Belanja Baju Lebaran di Bone Masih Lesu, Pedagang Tunggu Lonjakan H-7
Kondisi tersebut terlihat di beberapa ruas jalan yang biasanya menjadi lokasi masyarakat berburu kebutuhan pakaian.
TRIBUN-TIMUR.COM, BONE – Aktivitas jual beli di sejumlah pusat perbelanjaan di Kabupaten Bone masih terlihat sepi meski Lebaran semakin dekat.
Kondisi tersebut terlihat di beberapa ruas jalan yang biasanya menjadi lokasi masyarakat berburu kebutuhan pakaian.
Dari pantauan Tribun-Timur.com, Kamis (5/3/2026), di sejumlah ruas jalan seperti Jalan KH Agus Salim, Jalan Jenderal Sukawati, dan Jalan MT Haryono, aktivitas pembeli masih terbilang rendah.
Lapak-lapak pedagang pakaian memang sudah mulai berjejer di sepanjang jalan tersebut.
Namun, pembeli yang datang masih bisa dihitung dengan jari.
Hanya satu hingga dua orang yang terlihat mendatangi lapak untuk membeli pakaian.
Seorang pedagang pakaian, Yanto, mengaku kondisi penjualan saat ini masih sepi dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya pada periode yang sama.
Saat ditemui di lapak jualannya, Yanto tampak mengenakan pakaian berwarna hitam, celana hitam, serta songkok putih.
Ia terlihat sesekali memperbaiki dan merapikan dagangan pakaian yang digantung di lapaknya sambil menunggu pembeli datang.
“Untuk sekarang masih sepi pembeli. Paling satu dua orang saja yang datang lihat-lihat atau beli,”ujarnya.
Ia memprediksi puncak keramaian pembeli biasanya terjadi sekitar sepekan sebelum Hari Raya Idulfitri.
“Biasanya mulai ramai itu sekitar H-7 sebelum lebaran. Sudah banyak yang datang beli pakaian,” ujarnya.
Menurut Yanto, jenis pakaian yang paling banyak dicari masyarakat menjelang Lebaran adalah baju anak-anak dan baju muslim.
“Yang paling banyak dicari itu baju anak sama baju muslim. Karena kan mau lebaran, orang mau silaturahmi jadi biasanya beli baju baru,” jelasnya.
Meski saat ini masih sepi, para pedagang tetap optimistis penjualan akan meningkat mendekati hari raya.
Bahkan, keuntungan yang diperoleh bisa meningkat hingga beberapa kali lipat dibanding hari biasa.
“Kalau sudah ramai biasanya keuntungan bisa sampai tiga kali lipat dibanding hari biasa,” tambahnya.
Seorang pembeli, Ayu, mengaku sengaja datang lebih awal untuk melihat-lihat pilihan pakaian sebelum nanti membeli.
“Saya cuma lihat-lihat dulu. Biasanya nanti dekat lebaran baru beli sekalian untuk anak-anak,” katanya.
Ayu juga mengatakan belum banyak masyarakat yang berbelanja karena sebagian masih menunggu gaji atau THR.
“Sepertinya orang-orang masih menunggu THR juga. Makanya masih sepi sekarang,” tandasnya. (*)
| Satlantas Polres Bone Amankan Motor Curian Asal Jeneponto Saat Gelar Razia |
|
|---|
| 52 Calon Kades Ikuti Uji Kompetensi Pilkades PAW Bone 2026 |
|
|---|
| Muscab PKB Bone Memanas, Umardin Ditantang Tiga Kandidat Kuat |
|
|---|
| Motif Penganiayaan hingga Jari Putus di Bone Terungkap, Dendam Lama |
|
|---|
| Mahasiswa Politeknik Bone Akhiri Hidup, Sempat Ribut dengan Kekasih |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/RAMADHAN-2026-Potret-penjal-pakaian-di-Jalan-MT-Haryono.jpg)