Angin Kencang Diprediksi Sepekan, UPP Kelas II Bajoe Bone Siaga Awasi Pelayaran
“Kalau angin kencang, kita lihat jam berapa dan hari apa. Kadang kami tunda pemberangkatan,” jelasnya.
TRIBUN-TIMUR.COM, BONE— Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Bajoe memastikan tidak ada larangan pelayaran meski Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan imbauan potensi angin kencang dalam tujuh hari ke depan.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala UPP Kelas II Bajoe, Muhammad Taufan, mengatakan imbauan tersebut menjadi perhatian utama pihaknya dalam mengawasi aktivitas pelayaran, khususnya kapal penyeberangan.
Hal tersebut diungkapkan Taufan saat ditemui di ruang kerjanya di Jalan Pelabuhan, Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kamis (15/1/2026).
Dalam kesempatan tersebut Taufan tampak mengenakan pakaian dinas harian (PDH) lengkap dengan kecamata
“Tidak ada larangan, hanya imbauan dari BMKG bahwa tujuh hari ke depan berpotensi angin kencang,” ujar Taufan.
Ia menjelaskan, apabila kondisi angin dan cuaca memburuk, pihaknya akan menyesuaikan jadwal keberangkatan kapal berdasarkan waktu dan hari tertentu sesuai kondisi lapangan.
“Kalau angin kencang, kita lihat jam berapa dan hari apa. Kadang kami tunda pemberangkatan,” jelasnya.
Menurut Taufan, penundaan keberangkatan biasanya dilakukan dalam durasi singkat, mulai dari satu hingga tiga jam, terutama untuk kapal-kapal penyeberangan yang mengangkut penumpang.
“Kalau memang agak kencang, ya kami tunda dulu, cancel sementara satu sampai dua jam, atau tiga jam, khusus kapal penyeberangan,” katanya.
Ia menegaskan, keselamatan pelayaran tetap menjadi prioritas utama.
Pihak Syahbandar terus pembaruan informasi cuaca dan kondisi gelombang laut dari BMKG.
“Ombak terus kita update dari Badan Meteorologi. Awak kapal juga selalu mendapatkan informasi kalau ada kondisi cuaca yang berpotensi membahayakan,” tambahnya.
Dengan adanya imbauan cuaca ekstrem ini, pihaknya berharap, masyarakat dan pengguna jasa penyeberangan untuk selalu mengikuti informasi resmi serta bersabar apabila terjadi penundaan keberangkatan kapal
Nahkoda kapal penyeberangan rute Bajoe–Kolaka, Muhammad Saleh mengaku mendukung kebijakan penundaan sementara demi keselamatan penumpang.
“Kalau cuaca kurang bagus, lebih baik ditunda dulu. Penumpang biasanya kami beri pengertian karena keselamatan itu yang utama,” ujarnya.
Ia mengatakan, awak kapal selalu berkoordinasi dengan pihak Syahbandar sebelum melakukan pelayaran, terutama saat cuaca tidak menentu.
“Kami ikut arahan Syahbandar dan terus pantau informasi cuaca. Kalau sudah dinyatakan aman, baru kami berangkat,” jelasnya.
| Diduga Gelapkan Uang Petani, Kios Pupuk Subsidi di Bone Dibekukan |
|
|---|
| Dua Ketua NU di Sulsel Gagal Jadi Rektor, Menteri Agama Pilih Prof Darmawati dan Lukman Arake |
|
|---|
| Korban Banjir Bone Dapat Bantuan Rp500 Juta dari Anggota DPR Amar |
|
|---|
| Prof Nasaruddin Umar 'Ganti' Dua Rektor di Sulsel, Incumbent IAIN Parepare Kalah |
|
|---|
| Hati-hati Melintas, Jalan Nasional Maros-Bone di Hutan Karaenta Amblas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Kepala-UPP-Kelas-II-Bajoe-Muhammad-Taufan-1512026.jpg)