Sekolah Rakyat
Pemprov Sulsel Usul ke Presiden Prabowo Tambahan 5 Sekolah Rakyat
Pemerintah pusat mengalokasikan total Rp 2,3 Triliun pembangunan sekolah rakyat di Sulawesi Selatan.
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Alfian
Ringkasan Berita:
- Saat ini ada 9 gedung permanen sekolah rakyat yang sedang dibangun pemerintah pusat di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan.
- Kesembilan bangunan sekolah rakyat itu tersebar di Sidrap, Wajo, Sopeng, Tana Toraja, Barru, Makassar (Lahan Pemprov), Takalar, Sinjai dan Bone.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sulawesi Selatan (Sulsel) masih butuh tambahan sekolah rakyat permanen.
Sekolah rakyat merupakan program prioritas Pemerintah Indonesia yang menyediakan pendidikan gratis berasrama setara SD hingga SMA bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Saat ini, sedang berjalan pembangunan gedung permanen sekolah rakyat di 9 Daerah.
Tersebar di Sidrap, Wajo, Sopeng, Tana Toraja, Barru, Makassar, Takalar, Sinjai, Bone.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sulsel Abdul Malik Faisal menyebut Sulsel masih butuh tambahan gedung permanen di daerah lainnya.
"Secara Resmi belum ada surat di sampaikan ke Pemprov Sulsel, kita berdoa semoga Tahun ini kita bisa tambah 5 Sekolah Rakyat Permanen di Sulsel. Menyusul yang sementara dibangun 9 SR," ujar Abdul Malik Faisal kepada Tribun-Timur.com saat dihubungi pada Senin (12/1/2026) siang.
Baca juga: Rp2,3 Triliun Digelontorkan, Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen di Sulsel Dimulai
Abdul Malik Faisal menyebut seluruh daerah di Sulsel memang membutuhkan sekolah rakyat.
Hanya saja, kembali lagi terkait usulan lahan pemerintah daerah.
Sesuai aturan, syaratnya lahan milik pemerintah daerah seluas minimal 5 hingga 10 hektare.
Lahan tersebut harus dipastikan tidak bersengketa dan dilengkapi dokumen legalitas.
Lahan itu siap untuk dibangun fasilitas lengkap seperti ruang kelas, asrama, tempat ibadah, kantin, dan sarana olahraga.
"Semua Prioritas, tapi tidak semua Daerah siap melaksanakan Sekolah Rakyat karena Kesiapan Lahan Pembangunan Sekolah Rakyat di daerah yang belum tersedia atau belum layak sesuai syarat-syarat Pembangunan Sekolah Rakyat," kata Malik Faisal.
Saat ini ada 9 gedung permanen sekolah rakyat yang sedang dibangun pemerintah pusat.
Lokasinya Sidrap, Wajo, Sopeng, Tana Toraja, Barru, Makassar (Lahan Pemprov), Takalar, Sinjai dan Bone
"Semua daerah mengusulkan,Kecuali Makassar belum mengusulkan," sambungnya.
Pemerintah pusat mengalokasikan total Rp 2,3 Triliun pembangunan sekolah rakyat yang terbagi dalam dua paket.
Paket satu mendapat alokasi Rp 1,2 Triliun meliputi Sidrap, Wajo, Sopeng, Tana Toraja, dan Barru.
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Waskita Karya menjadi pemenang lelang konstruksi.
Sementara pada paket dua ialah di Makassar (Lahan Pemprov), Takalar, Sinjai dan Bone dengan alokasi Rp 972 Miliar.
Paket 2 dimenangkan perusahaan BUMN lainnya PT Nindya Karya.
Kepala Satker Prasarana Strategis Sulsel Ditjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum, Iwan menjelaskan pembangunan Sekolah Rakyat menggunakan skema multi years contract dari tahun 2025 - 2026.
"Alhamdulillah sudah jalan semua," kata Iwan saat dihubungi pada Kamis (8/1/2026) sore.
Setiap sekolah rakyat mendapat alokasi pembangunan sekitar Rp 220 miliar hingga Rp 250 miliar.(*)
| Aktivitas Proyek Sekolah Rakyat Sinjai Dikeluhkan, Jalan Dipenuhi Lumpur dan Kerikil |
|
|---|
| Lahan Usulan Bulukumba Tak Sesuai, Pusat Tunjuk 7 Lokasi Baru Sekolah Rakyat |
|
|---|
| Konstruksi 9 Sekolah Rakyat Dikebut, Makassar Tercepat |
|
|---|
| Target Rampung Juni 2026, KemenPU Kebut Pembangunan Gedung Baru Sekolah Rakyat 9 Daerah Sulsel |
|
|---|
| Sekolah Rakyat di Mata Warga Wajo: Kalau Bisa Ada Pelajaran Bahasa Inggris, Arab dan Mandarin |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260112-Malik-Faisal-Sulsel.jpg)