Gerakan Ayah Ambil Rapor
Gerakan Ayah Ambil Rapor di Bone, Adry Rela Bangun Subuh Demi Momen Berharga
Adry mengaku, keterlibatan langsung ayah dalam pengambilan rapor merupakan hal yang sangat baik.
Penulis: Wahdaniar | Editor: Munawwarah Ahmad
TRIBUN-TIMUR.COM, BONE – Gerakan ayah mengambil rapor anak mulai terlihat di sejumlah sekolah di Kabupaten Bone.
Gerakan ini dinilai sebagai langkah positif dalam memperkuat keterlibatan orang tua, khususnya ayah, dalam proses pendidikan anak sejak usia dini.
Salah satu ayah yang turut ambil bagian dalam gerakan tersebut adalah Adry (32).
Saat dikonfirmasi Tribun-timur.com, Sabtu (20/12/2025) Adry tampak mengenakan kemeja biru dipadukan dengan celana hitam saat mendatangi sekolah anaknya.
Adry mengaku, keterlibatan langsung ayah dalam pengambilan rapor merupakan hal yang sangat baik.
Menurutnya, momen ini menjadi kesempatan penting untuk mengecek secara langsung perkembangan anak di lingkungan sekolah.
“Bagus sekali. Ini sekaligus menjadi cara saya mengetahui perkembangan anak di sekolah, bukan hanya dari cerita di rumah,” ujar Adry.
Ia menilai, kehadiran ayah dalam momen akademik anak dapat mempererat hubungan emosional serta memperkuat peran ayah dalam proses tumbuh kembang anak.
Bahkan, Adry mengaku rela bangun sejak waktu subuh demi bisa hadir langsung mengambil rapor anaknya.
Ia tidak ingin melewatkan momen berharga yang menurutnya hanya terjadi beberapa kali dalam setahun tersebut.
Dengan mata yang berseri-seri, Adry menceritakan perkembangan anaknya yang tergolong aktif, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.
Ia merasa bangga melihat semangat belajar dan keberanian anaknya dalam berinteraksi.
Anak Adry bernama Ayra Afiza Ghania, yang saat ini menempuh pendidikan di TK Ariani.
Menurutnya, fase pendidikan taman kanak-kanak merupakan fondasi penting bagi pembentukan karakter dan kepribadian anak.
Adry juga berharap, ke depan pemerintah daerah tidak hanya fokus pada pengembangan intelektual anak, tetapi lebih memberi perhatian pada pendidikan karakter.
“Yang lebih utama itu pendidikan karakter, terutama budaya kesopanan. Ini yang kadang mulai terabaikan di sekolah umum,” tuturnya.
Ia menekankan, pendidikan karakter harus ditanamkan sejak jenjang paling dasar, mulai dari taman kanak-kanak hingga ke jenjang pendidikan berikutnya.
Menurut Adry, keterlibatan aktif orang tua, baik ayah maupun ibu, menjadi kunci keberhasilan pendidikan anak secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi akademik tetapi juga dari segi moral dan sosial.
Gerakan ayah mengambil rapor ini pun diharapkan dapat menjadi budaya baru yang terus tumbuh, demi menciptakan generasi anak yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak baik di masa depan.
| Skor Akhir PSM Makassar vs Bhayangkara FC 2-1, Luka Cumic Pahlawan! |
|
|---|
| Saling Balas Gol Warnai Laga PSM Makassar vs Bhayangkara FC, Skor 1-1 Tutup Babak Pertama |
|
|---|
| Skenario PSM Makassar Kunci Tiket Super League Pekan Depan, Laga Persis Solo vs Persebaya Penentu |
|
|---|
| Perampok Ala Ninja Sasar Rumah Mewah di Makassar usai Emak-emak Bakar Toko Emas, Beraksi Senyap |
|
|---|
| Imam Masjid Dikeroyok 3 Pria dan 1 Wanita di Palopo, Korban Kaget Justru Dilapor Lebih Dulu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Potret-Adry-bersama-dengan-anaknya.jpg)