Makin Pedis, Harga Cabai di Bone Naik hingga 400 Persen Jelang Natal dan Tahun Baru
Lombok keriting juga mengalami kenaikan dari Rp30 ribu menjadi Rp50 ribu per kilogram.
Ringkasan Berita:
- Kenaikan harga cabai membuat penjual sepi pembeli di Pasar Sentral Lama Bone.
- Banyak pengunjung pasar hanya bertanya harga lalu pergi, sementara sebagian lainnya memilih membeli kebutuhan pokok selain cabai. Warga mengeluhkan lonjakan harga yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
- Harga cabai mengalami kenaikan signifikan menjelang Natal dan Tahun Baru.
- Lombok kecil dan lombok keriting kini menembus Rp50 ribu per kilogram, naik tajam dari harga sebelumnya.
TRIBUN-TIMUR.COM, BONE – Penjual cabai sep pembeli di Pasar Sentral Lama, Kecamatan Tanete Riattang, Bone.
Warga lebih memilih membeli kebutuhan pokok lainnya dibanding cabai.
Pengunjung pasar, ada yang hanya singgah bertanya kemudian pergi.
Ada juga memilih membeli kebutuhan pokok lainnya dibanding cabai.
Tak sedikit warga mengeluhkan kenaikan cabai beberapa hari terakhir.
Harga cabai kini tembus Rp50 ribu per kilogram. Naik tajam dibandingkan sebelumnya Rp10 ribu per kilogram.
Baca juga: Penyebab Lain Harga Bahan Pokok di Maros Melonjak, Cabai Rawit Rp60 Ribu Per Kilogram
Lombok keriting juga mengalami kenaikan dari Rp30 ribu menjadi Rp50 ribu per kilogram.
Sementara lombok besar masih relatif stabil di harga Rp40 ribu per kilogram.
Untuk komoditas bawang, bawang merah mengalami kenaikan dari Rp40 ribu menjadi Rp60 ribu per kilogram.
Sedangkan bawang putih terpantau masih stabil di harga Rp40 ribu per kilogram.
Selain cabai, harga telur ayam turut mengalami kenaikan dari Rp50 ribu menjadi Rp55 ribu per rak.
Di sisi lain, harga tomat justru terpantau murah, yakni sekitar Rp5 ribu per kilogram.
Pedagang cabai di Pasar Sentral Lama, Sitti (45) mengatakan kenaikan harga sudah mulai terasa sejak permintaan meningkat jelang Nataru.
“Kalau mau Natal dan tahun baru biasanya pembeli banyak. Ditambah pasokan dari petani kurang, jadi harga cabai ikut naik,” ujarnya, Jumat (19/12/2025).
Pedagang memperkirakan harga cabai dan telur masih berpotensi berfluktuasi hingga perayaan Nataru usai, bergantung pada kelancaran pasokan dari daerah penghasil.
Hal senada disampaikan pembeli, Nurhayati, yang mengaku harus mengurangi jumlah belanja.
“Mau Nataru begini kebutuhan banyak, tapi cabai mahal. Sekarang saya beli sedikit saja, yang penting cukup untuk masak,” katanya.
Masyarakat berharap adanya langkah pengendalian harga agar kebutuhan pokok tetap terjangkau.
| 392 Jamaah Haji Bone Tiba di Madinah, Disambut Layanan Sigap Petugas PPIH |
|
|---|
| Atur Mobilitas dan Hemat Anggaran, Pemkab Bone Terapkan WFH di Hari Rabu |
|
|---|
| Hadapi El Nino Godzilla, Pemkab Bone Bentuk Brigade Air, Fokus Pompanisasi Sawah |
|
|---|
| Resahkan Warga Judi Kartu di Pasar Palakka Bone Digerebek, 5 Pelaku Ditangkap |
|
|---|
| Niat Melerai, Pemuda di Bone Jadi Korban Pembacokan di Jalan Ahmad Yani |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2025-12-19-Potret-pedagang-di-Pasar-Sentral-Lama-Kecamatan-Tanete-Riattang.jpg)