Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Porprov 2026

Asiswa Karim: Porprov 2026 Butuh Dukungan Anggaran Pemerintah

Koni Bone tegaskan Porprov Sulsel 2026 butuh dukungan anggaran kuat, Bupati pastikan komitmen penuh.

Penulis: Wahdaniar | Editor: Sukmawati Ibrahim
TRIBUN TIMUR/Wahdaniar
PORPROV 2026 - Ketua Koni Bone, Asiswa Karim, ditemui di Sekretariat Koni Stadion Watampone, Selasa (9/12/2025). Ia menegaskan Porprov Sulsel 2026 butuh dukungan anggaran kuat dan menyinggung Rp1 miliar pembinaan cabor yang belum terealisasi. (Dok. Wahda)   

Ringkasan Berita:
  • Ketua Koni Bone, Asiswa Karim, menegaskan Porprov Sulsel 2026 tidak akan maksimal tanpa dukungan anggaran memadai. 
  • Ia mencontohkan kebutuhan besar tiap cabor dan menyinggung anggaran Rp1 miliar pembinaan yang belum cair. 
  • Meski tantangan banyak, ia optimis Bone siap jadi tuan rumah. Bupati Bone Andi Asman Sulaiman memastikan komitmen penuh Pemkab mendukung Porprov dengan anggaran tepat sasaran.
 
 

 

TRIBUN-TIMUR.COM, BONE - Ketua Koni Kabupaten Bone, Asiswa Karim, mengungkapkan perkembangan persiapan Bone sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan 2026.

Ia menegaskan penyelenggaraan Porprov tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan pendanaan memadai dari pemerintah daerah.

Hal itu disampaikan Asiswa saat ditemui Tribun-Timur.com, Selasa (9/12/2025), di ruangannya,Sekretariat Koni komplels Stadion Watampone. 

Saat itu ia tampak mengenakan pakaian loreng gradasi abu-abu dan kacamata.

Sejak kepengurusan Koni Bone terbentuk pada April lalu, pihaknya langsung dihadapkan pada dua agenda besar.

Ialah pembenahan internal dan persiapan Porprov.

Meski kondisi keuangan daerah belum ideal, Asiswa menekankan pelaksanaan Porprov tetap menjadi amanah undang-undang, termasuk penyediaan anggaran olahraga.

“Harus ada supporting yang kuat dari pemerintah daerah. Kalau tidak, jangan harap. Masalah pendanaan itulah yang paling awal kami sampaikan. Selama ini teman-teman cabor jalan mandiri, padahal kalau mau didistribusi anggaran, jumlahnya besar,” tegas Asiswa.

Ia menyinggung pengalaman daerah lain, seperti Riau, di mana Porprov sempat tertunda akibat masalah anggaran.

Menurutnya, hal serupa bisa terjadi di Sulsel jika pendanaan tidak segera dituntaskan.

Asiswa menjelaskan kebutuhan anggaran bergantung pada jumlah cabor dan kebutuhan teknis masing-masing. I

a mencontohkan Porprov di Sinjai yang mencapai Rp7 miliar untuk 34 cabor.

“Kalau kita sederhanakan, 40 cabor dikalikan kebutuhan minimal Rp10 juta saja sudah Rp400 juta. Itu pun kecil sekali. Kenyataannya, perjalanan latihan anak-anak kita selama setahun membutuhkan biaya besar,” ujarnya.

Ia juga menyinggung anggaran Rp1 miliar untuk pembinaan cabor yang belum terealisasi.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved