Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Harga Bawang Merah Naik, Pedagang Pasar Sentral Bone Ngeluh Pembeli Sepi

Harga bawang merah di Pasar Sentral Lama Bone naik jadi Rp55 ribu/kg. Pedagang tetap sepi pembeli meski beberapa komoditas turun.

Tayang:
Penulis: Wahdaniar | Editor: Sukmawati Ibrahim
Tribun-timur.com/wahdaniar
HARGA BAWANG MAHAL— Pedagang di Pasar Sentral Lama Bone, Kamis (25/9/2025). Pedagang mengeluhkan sepinya pembeli beberapa waktu terakhir sejak harga bumbu dapur seperti bawang merah naik. 

TRIBUN-TIMUR.COM, BONE - Sejumlah harga kebutuhan pokok di Pasar Sentral Lama, Kelurahan Macege, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) fluktuasi pekan ini.

Fluktuasi berarti perubahan naik turun secara tidak tetap atau tidak stabil

Pantauan Tribun-Timur.com, Kamis (25/9/2025), komoditas paling terasa naikannya adalah bawang merah.

Harganya naik dari Rp45 ribu menjadi Rp55 ribu per kilogram.

Sementara bawang putih tetap stabil di angka Rp45 ribu per kilogram.

Harga telur ayam juga belum berubah, masih Rp60 ribu per rak.

Beberapa komoditas justru turun harga.

Cabai rawit turun dari Rp30 ribu menjadi Rp25 ribu per kilogram.

Cabai merah besar dari Rp40 ribu menjadi Rp35 ribu, dan bawang bombai dari Rp40 ribu menjadi Rp35 ribu per kilogram.

Harga tomat tetap Rp25 ribu per kilogram.

Salah satu Pedagang Rahma (38) mengatakan, pasar tetap sepi meski harga beberapa komoditas turun.

“Biasanya kalau harga turun, pembeli ramai. Tapi sekarang tetap sepi. Mungkin daya beli masyarakat menurun,” ujarnya.

Ia menyebut, baik saat harga naik maupun turun, penjualan tetap lesu.

“Kalau bawang merah naik, orang beli sedikit. Cabai turun pun tidak banyak yang ambil. Jadi sama saja, tetap sepi,” jelasnya.

Pembeli bernama Vera (32) mengatakan, turunnya harga cabai dan bawang bombai cukup membantu, tetapi kenaikan bawang merah masih memberatkan.

“Syukurlah cabai turun, tapi bawang merah makin mahal. Jadi belanja tetap terasa berat,” ucapnya.

Ia mengaku harus mengatur ulang anggaran belanja karena harga kebutuhan pokok tidak menentu.

“Sekarang belanja harus dikurangi. Tidak bisa borong seperti dulu. Beli secukupnya saja, yang penting bisa masak sehari-hari,” tuturnya. (*)

 
 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved