Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Mars dan Save the Children Perkuat 115 Desa Kakao

kemitraan ini merupakan bentuk nyata komitmen Mars di Indonesia dalam memperkuat pemberdayaan komunitas dan ketahanan sosial.

Tayang:
Editor: Muh. Abdiwan
Tribun-timur.com/Muh. Abdiwan
PETANI KAKAO - Petani memanen kakao di kebunnya, beberapa hari lalu. Mars Incorporated resmi meluncurkan Mars Impact Fund dan menyetujui pendanaan awal sebesar 3 juta dolar AS untuk mendukung program pemberdayaan bersama Save the Children Indonesia. Pendanaan ini akan mendukung pembentukan 85 VSLA yang diharapkan memberi manfaat bagi 17.250 petani dengan 60 persen di antaranya perempuan, sekaligus memperkuat partisipasi perempuan dan pemuda dalam pengambilan keputusan komunitas. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Komitmen global untuk memperkuat desa penghasil kakao di Indonesia kian ditegaskan setelah Mars Incorporated resmi meluncurkan Mars Impact Fund dan menyetujui pendanaan awal sebesar 3 juta dolar AS untuk mendukung program pemberdayaan bersama Save the Children Indonesia.

Pendanaan selama tiga tahun ini difokuskan pada pengembangan Kelompok Simpan Pinjam Desa atau Village Savings and Loan Association (VSLA) serta penguatan proyek ketahanan komunitas di wilayah penghasil kakao di Indonesia.

Direktur Eksekutif Mars Impact Fund, Michelle Grogg, mengatakan bahwa dampak berkelanjutan hanya dapat tercipta melalui kemitraan yang memahami kebutuhan lokal.

“Menciptakan dampak dimulai dengan mendengarkan komunitas dan bekerja dengan mitra yang memahami kebutuhan lokal, kami senang bekerja sama dengan Save the Children untuk memajukan inklusi keuangan, diversifikasi pendapatan, dan praktik ramah iklim yang penting untuk meningkatkan mata pencaharian dan memperkuat ketahanan,” ujarnya.

Inisiatif ini melengkapi proyek Mars Village Cluster yang dipimpin bisnis kakao Mars dan saat ini berfokus pada peningkatan produktivitas serta agroforestri.

Presiden Direktur PT Mars Symbioscience Indonesia, Marlyn Sumbung, menegaskan bahwa kemitraan ini merupakan bentuk nyata komitmen Mars di Indonesia dalam memperkuat pemberdayaan komunitas dan ketahanan sosial.

“Melalui pengembangan Kelompok Simpan Pinjam Desa dan inisiatif ketahanan lainnya, kami percaya pemberdayaan ekonomi perempuan dan praktik pertanian ramah iklim akan membuka peluang baru bagi petani dan keluarga mereka, Mars di Indonesia berkomitmen menciptakan dampak positif berkelanjutan dan mendukung kesejahteraan generasi masa depan,” ujarnya.

Pendanaan ini akan mendukung pembentukan 85 VSLA yang diharapkan memberi manfaat bagi 17.250 petani dengan 60 persen di antaranya perempuan, sekaligus memperkuat partisipasi perempuan dan pemuda dalam pengambilan keputusan komunitas.

Program ini juga menargetkan penguatan kesejahteraan anak melalui 115 desa dengan kelompok perlindungan anak terintegrasi yang menangani isu pekerja anak, kehadiran sekolah, dan pengasuhan positif.

CEO Save the Children Indonesia, Dessy Kurwiany Ukar, menilai kemitraan jangka panjang lebih dari 14 tahun dengan Mars telah menghadirkan dampak nyata di tingkat komunitas.

“Kolaborasi jangka panjang antara Save the Children dan Mars mencerminkan dedikasi bersama untuk meningkatkan kesejahteraan anak, memperluas peluang perempuan dan anak perempuan, serta memperkuat rantai pasok yang tangguh, di Indonesia kami menghadirkan solusi yang dipimpin secara lokal untuk memberdayakan perempuan, melibatkan pemuda, dan memperkuat sistem perlindungan anak di komunitas petani kakao,” jelasnya.

Sejak 2011, Mars dan Mars Snacking Foundation telah menginvestasikan sekitar 24 juta dolar AS secara global dalam empat pilar strategis yang mencakup kesehatan anak, perlindungan dari pekerjaan berbahaya, tanggap darurat, dan keterlibatan karyawan.

Di Indonesia sendiri, Mars dan Save the Children telah menjangkau lebih dari 50.000 peserta di 92 desa Sulawesi Selatan melalui berbagai program penguatan ketahanan komunitas dan peluang ekonomi, termasuk GrowHer Kakao dan Reaching Farmers in Cocoa Supply Chain.

Mars Impact Fund secara keseluruhan akan mengalokasikan 85 juta dolar AS antara 2025 hingga 2027 dan mulai 2028 berkomitmen menyalurkan sedikitnya 50 juta dolar AS setiap tahun sebagai tambahan modal filantropi global yang berfokus pada ketahanan komunitas, pengembangan ilmuwan, serta peningkatan kesejahteraan hewan pendamping.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved