Cocoa Life
Lewat Program Cocoa Life, Mondelez Berdayakan Petani Kakao Pinrang dan Hasilkan 17 Kg Per Minggu
Mondelez Indonesia mempunyai misi mensejahterakan petani dan komunitas kakao di Indonesia. Salah satunya di Kabupaten Pinrang.
Penulis: Nining Angraeni | Editor: Muh. Irham
PINRANG, TRIBUN-TIMUR.COM - Mondelez Indonesia rayakan pencapaian sukses 10 tahun pertama program Cocoa Life.
Perayaan ini dipusatkan di Desa Sipatuo, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Selasa (20/9/2022).
Mondelez Indonesia mempunyai misi mensejahterakan petani dan komunitas kakao di Indonesia. Salah satunya di Kabupaten Pinrang.
Serta turut berpartisipasi aktif dalam pelestarian dan pemulihan hutan.
Berbagai manfaat positif dirasakan petani binaan kakao dan komunitas Cocoa Life di Kabupaten Pinrang.
Salah satu petani binaan kakao di Pinrang, Ilham mengaku terbantu dengan binaan yang diberikan tim Cocoa Life.
“Kami sangat terbantu atas panduan yang diberikan tim Cocoa Life dalam penerapan praktik budidaya pertanian yang baik atau Good Agricultural Practices (GAP),"ujarnya.
Dikatakan, dengan menerapkan praktik ini, budidaya kakao bisa menjadi lebih baik.
Bahkan, kata Ilham, ia bisa mendapatkan hasil panen 15-17 kg per minggunya.
"Sebelum kami dibina oleh Cocoa Life itu, kami menghasilkan 5 kg per minggu. Dengan bergabungnya Cocoa Life, kami bisa menghasilkan 15-17 kg per minggu dan meningkat 30 persen," ungkapnya.
Director Sustainability, South East Asia, Mondelez International, Andi Sitti Asmayanti menjelaskan bahwa memasuki 10 tahun perjalanannya, program Cocoa life secara global telah berhasil memperoleh berbagai pencapaian sukses.
Mulai dari memberdayakan hampir 210.000 petani dan menjangkau lebih dari tiga juta anggota komunitas di seluruh dunia, serta telah menginvestasikan lebih dari USD 400 juta dalam mendukung mata pencaharian petani.
"Pencapaian tersebut jauh melampaui target global pada 2022, yaitu memberdayakan 200.000 petani dan satu juta anggota komunitas, dengan target investasi sebesar USD 400 juta,” jelas Yanti.
Yanti menuturkan, dari sisi pemberdayaan komunitas berbasis pendekatan Community Action Plans (CAP).
Program ini telah berhasil memberdayakan lebih dari 2.400 komunitas kakao di bawah naungan Cocoa Life dengan memprioritaskan investasi di infrastruktur sekolah, air dan kesehatan/sanitasi.
Selanjutnya, dari sisi lingkungan, program Cocoa Life juga telah berhasil melakukan pemetaan lebih dari 198,000 lahan pertanian untuk membantu mencegah deforestasi pertanian Kakao di seluruh dunia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Cocoa-Life.jpg)