Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Zawawi Imron Membungkuk dan Mencium Tangan AG Faried Wadjedy

Dalam kesempatan itu, D Zawawi Imron menggambarkan AG. Sanusi Baco sebagai figur ulama yang nyaris tanpa cela.

Tayang:
Penulis: Hardiyanti Kamaluddin | Editor: Waode Nurmin
Tribun-timur.com
ULAMA-D Zawawi Imron berkunjung di kediaman Pimpinan Pondok Pesantren DDI Mangkoso, AG. Prof Muh Faried Wadjedy di Kelurahan Mangkoso, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru, Senin (1/6/2026). Kedua ulama tersebut memberi pelajaran bahwa kebesaran seseorang tidak hanya diukur dari gelar, karya, maupun popularitas yang dimiliki. Tetapi dinilai dari adab dan ketawaduan seseorang. 

TRIBUN-TIMUR.COM — Silaturahmi sederhana antara dua tokoh bangsa menghadirkan pelajaran berharga tentang adab, keteladanan, dan kerendahan hati.

Penyair nasional KH D Zawawi Imron menyempatkan diri berkunjung ke kediaman Pimpinan Pondok Pesantren DDI Mangkoso, AG. Prof. Dr. H. Muh Faried Wadjedy, Lc., MA, usai melakukan perjalanan dari Kabupaten Pinrang, Senin (1/6/2026).

Saat tiba di kediaman pimpinan DDI Mangkoso, KH D Zawawi Imron tampak membungkukkan badan dan mencium tangan Prof Muh Faried Wadjedy saat bersalaman.

Tanpa seremoni resmi dan tanpa panggung megah, suasana ruang tamu sederhana itu justru menghadirkan makna mendalam tentang penghormatan kepada sesama ulama.

Pemandangan tersebut menjadi simbol kuat tentang adab yang masih terjaga di lingkungan pesantren.

Dalam tradisi Islam, mencium tangan guru atau ulama bukan sekadar kebiasaan, melainkan bentuk penghormatan kepada ilmu, keteladanan, dan akhlak yang diwariskan.

Pertemuan yang berlangsung hangat itu tidak hanya diisi dengan obrolan ringan.

Kedua tokoh tersebut juga membahas sosok ulama kharismatik Sulawesi Selatan, AG. Sanusi Baco, yang sama-sama dikenal dan dihormati oleh keduanya.

Ahmad Radhi Mukmil saat dikonfirmasi pada Selasa (2/6/2026) yang turut hadir dalam pertemuan tersebut mengungkapkan bahwa AG. Sanusi Baco menjadi salah satu topik utama pembicaraan.

Dalam kesempatan itu, D Zawawi Imron menggambarkan AG. Sanusi Baco sebagai figur ulama yang nyaris tanpa cela.

"Anregurutta Sanusi Baco adalah sosok ulama bagaikan ikan tanpa tulang. Tidak memiliki celah," ujar D Zawawi Imron.

Momen itu terasa istimewa karena dilakukan oleh sosok D Zawawi Imron, penyair asal Madura.

Ia dikenal luas melalui karya-karyanya yang sarat nilai kemanusiaan, spiritualitas, dan kecintaan terhadap budaya Nusantara.

Meski telah meraih berbagai penghargaan dan dikenal hingga tingkat internasional, D Zawawi Imron menunjukkan sikap tawadu dengan memuliakan sesama ulama.

Prof Muh Faried Wadjedy pun menyambut kedatangan sahabatnya itu dengan penuh kehangatan.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved