Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Dinkes Barru Tingkatkan Pencegahan HIV/AIDS Lewat Edukasi dan Amankan Stok Obat

Meskipun sempat mengalami kenaikan pada tahun 2024, angka kasus menunjukkan tren yang perlu diwaspadai agar tidak kembali melonjak di tahun 2026.

Tayang:
Penulis: Segitarius | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/Segitarius
KASUS HIV/AIDS - Dinas Kesehatan Kabupaten Barru terus melakukan edukasi kepada masyarakat terkait HIV/AIDS, Senin (18/5/2026). Grafik perkembangan kasus HIV/AIDS di Kabupaten Barru menunjukkan pergerakan yang fluktuatif dalam empat tahun terakhir 

TRIBUN-TIMUR.COM, BARRU – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Barru terus memantau perkembangan kasus HIV/AIDS di wilayahnya, Senin (18/5/2026).

Berdasarkan data terbaru hingga Senin (18/5/2026), grafik perkembangan kasus HIV/AIDS di Kabupaten Barru menunjukkan pergerakan yang fluktuatif dalam empat tahun terakhir.

Meskipun sempat mengalami kenaikan pada tahun 2024, angka kasus menunjukkan tren yang perlu diwaspadai agar tidak kembali melonjak di tahun 2026.

Berikut data perkembangan kasus HIV/AIDS di Kabupaten Barru dari tahun 2023 hingga Mei 2026.

Pada tahun 2023 total 19 kasus. Dengan rincian, pasien lokal 12 orang. Pasien rujukan yang masuk ke Barru 4 orang. Pasien rujukan keluar Barru 3 orang.

Sedangkan tahun 2024 total 23 kasus. Dengan rincian, pasien lokal 18 orang. Pasien rujukan yang masuk ke Barru 4 orang. Pasien rujukan keluar Barru 1 orang.

Lalu tahun 2025 total 20 kasus. Dengan rincian, asien lokal 15 orang. Pasien rujukan yang masuk ke Barru 4 orang. Pasien rujukan keluar Barru 1 orang.

Sementara pada tahun 2026 hingga bulan Mei total 6 kasus. Dengan rincian pasien lokal 5 orang. Pasien rujukan yang masuk Barru 1 orang. Pasien keluar Barru 0.

Epidemiolog Kesehatan Ahli Pertama dan Pengelola HIV/AIDS Dinas Kesehatan Kabupaten Barru, Agussalim Pammu menghimbau apabila masyarakat menemukan gejala HIV/AIDS agar segera ke fasilitas kesehatan yang ada.

“Kalau masyarakat tau seseorang positif HIV/AIDS, janganlah di stigma,” himbaunya saat ditemui Tribun-Timur.com di ruangannya.

Pihak Dinkes Kabupaten Barru juga memberikan perhatian khusus kepada kelompok yang dinilai lebih rentan terpapar HIV/AIDS.

Kelompok lebih rentan itu adalah Wanita Pekerja Seks (WPS), Waria, Laki Seks Laki (LSL), Ibu hamil, Pasien TBC, Pasien Infeksi Menular Seksual (IMS), serta Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Mengantisipasi penyebaran yang lebih luas, Dinkes Kabupaten Barru menggencarkan berbagai langkah preventif dan deteksi dini secara masif ke masyarakat.

Upaya yang dilakukan meliputi edukasi, sosialisasi dan skrining.

Tidak hanya itu, pemeriksaan juga dilakukan kepada ibu hamil serta para calon pengantin sebelum melangsungkan pernikahan.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved