Kapolres Barru Turun ke Dasar Laut, Angkat Sampah Plastik di Terumbu Karang
Dalam kegiatan tersebut, Kapolres memungut sampah plastik yang tersangkut di area terumbu karang.
Penulis: Segitarius | Editor: Ansar
Di ekosistem laut, plastik bisa terurai menjadi mikroplastik.
Partikel kecil ini kerap dimakan ikan dan biota laut lainnya, lalu masuk ke rantai makanan manusia.
Selain itu, sampah plastik yang menutup karang dapat menghambat fotosintesis alga simbiotik.
Akibatnya, karang bisa mengalami pemutihan (bleaching) hingga mati.
Padahal, Indonesia memiliki sekitar 5,7 juta hektare terumbu karang, salah satu yang terluas di dunia.
Ekosistem ini menjadi rumah bagi ribuan spesies laut serta penopang ekonomi masyarakat pesisir.
Ajak Masyarakat Terlibat
AKBP Ananda Fauzi Harahap, mengajak masyarakat ikut menjaga kebersihan laut.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak membuang sampah ke laut dan bersama-sama menjaga ekosistem agar tetap lestari,” tegasnya.
Lulusan Akpol 2005 itu berharap kesadaran publik semakin meningkat.
Mulai dari kebiasaan sederhana seperti mengurangi plastik sekali pakai hingga membuang sampah pada tempatnya.
Menurutnya, menjaga laut bukan hanya tanggung jawab pemerintah.
Tetapi juga peran bersama demi keberlanjutan sumber daya alam bagi generasi mendatang.
Laporan wartawan Tribun Timur, Segitarius
| Razia Rutin di MAN 1 Barru, Sekolah Pastikan Siswa Bebas Vape |
|
|---|
| Waspada Vape Tercampur Zat Terlarang, Polres Barru Tingkatkan Sosialisasi Bahaya Narkoba |
|
|---|
| Alun-alun Colliq Pujie Jadi Destinasi Favorit Warga Barru di Akhir Pekan |
|
|---|
| May Day: Buruh Minta Pemkab Barru Ramah Investasi |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Kabupaten Barru 1 Mei 2026, Hujan Siang Hingga Sore |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/KAPOLRES-BARRU-Kapolres-Barru-AKBP-Ananda-Fauzi-Harahap.jpg)