Musda Golkar Sulsel
Ingatkan Risiko Resistensi, Pengamat Nilai Andi Ina Layak Pimpin Golkar Sulsel
Andi Luhur Prianto, menilai Andi Ina Kartika Sari sebagai figur yang memiliki peluang besar memperkuat posisi Golkar Sulsel
Ringkasan Berita:
- Nama Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari dinilai layak memanaskan pertarungan calon Ketua Golkar Sulsel
- Andi Ina Kartika Sari kader Golkar yang pernah menjabat Ketua DPRD Sulsel lalu menjabat Bupati Barru
- Pengamat politik Unismuh Andi Luhur Prianto, menilai Andi Ina sebagai figur yang memiliki peluang besar memperkuat posisi Golkar Sulsel
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- DPD I Golkar Sulsel masih mencari figur ketua baru untuk menantang Partai Nasdem di Pemilu 2029 mendatang.
Sejumlah figur mencuat. Salah satunya Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari.
Andi Ina Kartika Sari kader Golkar yang pernah menjabat Ketua DPRD Sulsel lalu menjabat Bupati Barru.
Di periode sebelumnya, Andi Ina dipercaya sebagai Bendahara DPD I Golkar Sulsel mendampingi Taufan Pawe.
Akademisi Unismuh Makassar, Andi Luhur Prianto, menilai Andi Ina sebagai figur yang memiliki peluang besar memperkuat posisi Golkar Sulsel.
Menurut Luhur, mencuatnya nama Andi Ina sebagai calon ketua merupakan momentum penting yang tidak boleh dilewatkan.
Ia berpandangan, jika Andi Ina memimpin Golkar Sulsel, peluang mobilisasi anggaran dari pusat akan jauh lebih terbuka untuk Kabupaten Barru mengingat posisinya sebagai Bupati.
“Saya kira ini momentum yang jangan sampai hilang. Kalau ibu menjadi Ketua Golkar Sulsel, peluang mobilisasi anggaran dari pusat itu bisa jauh lebih besar (ke Barru),” ujar Luhur dalam diskusi di Kantor Tribun Timur Selasa (17/2/2026).
Dekan Fisip Unismuh itu juga menyinggung pentingnya kepemimpinan yang mampu mengonsolidasikan kader dan membangun komunikasi lintas kelompok.
Menurutnya, Golkar membutuhkan sosok yang tidak menimbulkan resistensi internal pasca-Musda.
“Kalau ada calon yang tidak mampu mengonsolidasi dan membangun komunikasi, bisa saja nanti ada yang keluar. Tapi kalau beliau (Andi Ina), saya kira tidak. Beliau politisi lama di Golkar dan punya pengalaman,” tambahnya.
Menanggapi dinamika tersebut, Andi Ina yang juga menjabat Bendahara DPD I Golkar Sulsel, memberi sinyal kesiapan bila dipercaya memimpin partai berlambang pohon beringin itu.
Meski tak menyatakan secara eksplisit maju, pernyataannya menunjukkan komitmen kuat terhadap partai yang telah membesarkan namanya.
"Kalau diminta, Bismillah. Golkar buat saya adalah partai yang membesarkan saya. Golkar bagi saya sama dengan NKRI harga mati,” ujarnya.
Andi Ina dikenal sebagai kader tulen yang memulai karier politiknya dari bawah sejak resmi bergabung pada 2004.
“Saya lahir dari orang tua yang basic-nya Partai Golkar. Saat saya menjadi pengurus pleno, ibu saya menjadi pembina. Jadi Golkar memang sudah menjadi bagian dari hidup saya,” ungkapnya.
Dengan pengalaman sebagai mantan Ketua DPRD Sulsel dan kini jadi Bupati Barru, Andi Ina dinilai memiliki modal politik dan jejaring yang kuat untuk memimpin partai.
| Pidato Muhidin M Said Minta Solid dan Bersatu, 21 DPD II Golkar Dukung Appi |
|
|---|
| Bahlil dan Sarmuji Berangkat Haji, Jadwal Musda Golkar Sulsel Setelah Wukuf di Arafah |
|
|---|
| Muhidin Harap Musda Golkar Sulsel Jangan Lagi Dibawa ke Jakarta |
|
|---|
| Muhidin Telepon Nurdin Halid Sebelum Konsolidasi Golkar di Soppeng, Senin Melapor ke Bahlil |
|
|---|
| Musda atau Perpecahan: Konsolidasi Masa Depan Golkar Sulsel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260218-Bupati-Barru-Andi-Ina-Kartika-Sari-diskusi.jpg)