Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Haji 2025

Waspada Suhu 45 Derajat di Madinah, Jemaah Haji Dibekali Masker dan Oralit

Sementara itu, suhu pada Sabtu diperkirakan tetap tinggi, berkisar antara 41 hingga 45 derajat Celsius.

Editor: Sudirman
MEDIA CENTER HAJI
HAJI - Pemerintah telah menyiapkan berbagai kebutuhan medis untuk mendukung kesehatan para jemaah haji. suhu pada Sabtu diperkirakan tetap tinggi, berkisar antara 41 hingga 45 derajat Celsius. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Berdasarkan pemantauan Tim Sanitasi dan Pengawasan Makanan dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Bidang Kesehatan, suhu udara di Madinah pada Jumat (9/5/2025) tercatat mencapai puncaknya di angka 45 derajat Celsius. 

Sementara itu, suhu pada Sabtu diperkirakan tetap tinggi, berkisar antara 41 hingga 45 derajat Celsius.

Menanggapi kondisi cuaca ekstrem tersebut, pemerintah telah menyiapkan berbagai kebutuhan medis untuk mendukung kesehatan para jemaah haji.

Kementerian Kesehatan melalui Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) mendistribusikan satu kotak oralit dan masker sekali pakai kepada setiap jemaah haji melalui Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK).

Langkah ini bertujuan untuk mengurangi beban bawaan pribadi para jemaah selama beribadah.

Selain itu, Tim Kesehatan Bandara secara aktif membagikan masker kepada para jemaah yang baru tiba di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA), Madinah.

"Distribusi logistik kesehatan ini merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi risiko penyebaran penyakit menular serta dehidrasi akibat suhu tinggi," ujar dr. Mohammad Imran, Kepala Bidang Kesehatan PPIH Arab Saudi.

Pemberian oralit difokuskan untuk membantu mengembalikan cairan tubuh yang hilang akibat aktivitas di bawah terik matahari.

Sedangkan masker berfungsi melindungi jemaah dari penyebaran virus, debu, dan polusi udara.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, penyakit yang paling banyak dialami oleh jemaah haji dari tahun 2018 hingga 2024 meliputi pneumonia, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), serangan jantung, dan stroke.

Oleh karena itu, upaya distribusi masker dan oralit ini merupakan bagian dari langkah strategis pencegahan.

Informasi ini disampaikan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Untuk pertanyaan lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi layanan Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS di 081281562620, atau email ke kontak@kemkes.go.id.

 

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved