Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

2 Desa di Maros Sulsel Ganti Nama, Desa Bonto Marannu Jadi Tangkuru

Ada lima desa dan tiga kelurahan yang diusulkan perubahan nama, namun baru dua desa tersebut yang telah divalidasi.

Tayang:
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/NURUL HIDAYAH
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Maros, Idrus. 

TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Dua desa di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) akan berganti nama.

Dua desa tersebut adalah Desa Bonto Mate’ne, Kecamatan Marusu dan Desa Bonto Marannu, Kecamatan Lau.

Desa Bonto Mate’ne berubah nama menjadi Bonto Mate’ne Jaya dan Desa Bonto Marannu menjadi Tangkuru.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Maros, Idrus, Selasa (9/7/2024).

Ada lima desa dan tiga kelurahan yang diusulkan perubahan nama, namun baru dua desa tersebut yang telah divalidasi.

“Baru dua yang sudah selesai divalidasi sisa menunggu persetujuan sebagai dasar penetapan melalui Perda,” katanya.

Ia mengatakan jika penetapan telah dilakukan, maka seluruh KTP akan otomatis diubah di Disdukcapil.

Desa lainnya adalah Desa Bajipamai di Kecamatan Cenrana sama dengan nama kelurahan di Kecamatan Maros Baru.

Kelurahan Bontoa juga ada dua, satu di Kecamatan Bontoa satu di Kecamatan Mandai.

“Tapi saat ini ada moratorium mungkin karena pelaksanaan Pemilu dan Pilkada sehingga Moratorium untuk menghindari kesulitan dalam pendataan,” tuturnya.

Idrus membeberkan pernah ada desa yang tertukar dana desanya (DD) karena memiliki kesamaan nama desa.

“Padahal nilainya beda, karena indikator DD itu berdasarkan jumlah penduduk dan luas wilayahnya. Sehingga itu tentu merugikan salah satu desa yang harusnya menerima dana desa dalam jumlah banyak tetapi malah tertukar,” ungkapnya.

Selain itu beberapa kali terjadi kesalahan pengiriman dokumen atau pengiriman barang. Terutama yang belanja online.

“Tentu ini juga membuat kurir yang mengantarkan harus bolak-balik mencari alamat aslinya,” imbuhnya.

Fenomena inilah yang menginisiasi Dinas PMD untuk melakukan pergantian nama desa dan kelurahan yang sama.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved