Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kasus Stunting

Warga 3 Kecamatan Terindikasi Stunting di Maros Bakal Dapat Telur Gratis

Keluarga yang terindikasi stunting di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan bakal mendapatkan telur gratis.

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/NURUL HIDAYAH
Penyerahan secara simbolis bantuan telur dari tiga perusahaan peternakan pada apel pagi yang dilaksanakan di Lapangan Pallantikang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Senin (10/10/2022). Sebanyak 220 rak telur yang akan dibagikan kepada warga. 

TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Keluarga yang terindikasi stunting di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan bakal mendapatkan telur gratis.

Bantuan ini diberikan oleh tiga perusahaan peternakan di Kabupaten Maros, yakni PT Mega Satwa Perkasa, PT Japfa Comfeed, PT Satwa Utama Raya.

Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Maros Chaidir Syam dalam apel pagi yang dilaksanakan di Lapangan Pallantikang, Maros, Senin (10/10/2022).

Chaidir mengatakan bantuan yang disalurkan ketiga perusahaan ini dalam rangka membantu program penanganan stunting di Maros.

Menurutnya, telur memiliki kandungan gizi yang baik untuk dikonsumsi oleh masyarakat yang terindikasi stunting.

"Telur memiliki protein yang tinggi, ini baik dikonsumsi oleh masyarakat yang terdampak stunting atau ibu hamil untuk pemenuhan gizi dan pencegahan stunting," katanya.

Mantan ketua DPRD Maros itu menyebutkan akan ada 220 rak telur yang akan dibagikan. Satu keluarga akan diberikan dua hingga lima rak telur.

Pendistribusiannya akan segera dilakukan dan ditargetkan selesai dalam minggu ini.

"Telur-telur ini akan dibagikan di tiga kecamatan yang menjadi lokus penanganan stunting, yakni Maros Baru, Cenrana, dan Tompobulu," terangnya.

Untuk diketahui, angka stunting di Kabupaten Maros menjadi yang tertinggi kedua di Sulawesi Selatan sesudah Jeneponto.

Tercatat sebanyak 3722 kasus stunting atau 13,10 persen terjadi di Kabupaten Maros.

Untuk menekan kasus sunting atau gagal tumbuh pada anak, beragam program bakal digagas pemerintah Kabupaten Maros. Salah satunya dengan membentuk keluarga asuh.

Wakil Bupati Maros Suhartina Bohari mengatakan jika daerah lain menggunakan pola bapak asuh sebagai bentuk penanganan stunting maka ia ingin Kabupaten Maros melakukan hal yang berbeda.

“Kita ingin membentuk keluarga asuh,” katanya saat membuka pertemuan Diseminasi audit kasus stunting di ruang pola kantor bupati, Rabu (28/9/2022) lalu.

Suhartina pun meminta untuk segera dilakukan penanganan kasus stunting.

“Jika tidak memiliki BPJS, KIS itu akan menjadi urusan rumah sakit, bawa saja kerumah sakit, katakan saja ini perintah bu Wabup, nanti saya yang akan urus,” tegasnya.(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved