Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Dulu Pemecah Batu, Kini Lelaki 57 Tahun Itu Dianugerahi Bintang Mahaputra

Dulu pemecah batu, kini Andi Amran Sulaiman kini dianugerahi penghargaan Bintang Mahaputra Adipurna

Tayang:
Editor: Ari Maryadi
Kementan
BINTANG MAHAPUTRA - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama sang istri seusai menerima penghargaan bintang mahaputra dari Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara Senin (25/8/2025). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Dulu pemecah batu di kampung, kini dianugerahi penghargaan bintang mahaputra. 

Itulah kalimat yang menggambarkan jalan hidup Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Pria kelahiran Bone 27 April 1968 itu menghabiskan masa kecilnya di Kabupaten Barru Sulsel. 

Amran kecil jadi pemecah batu setiap pulang sekolah.

Setengah abad berlalu, Andi Amran Sulaiman kini dianugerahi penghargaan Bintang Mahaputra Adipurna.

Penghargaan diserahkan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara pada Senin (25/8).

Tanda kehormatan ini diberikan atas jasa luar biasa dalam bidang pertanian melalui program swasembada pangan, subsidi alat dan benih bagi petani, serta pengendalian impor strategis. 

Bintang Mahaputera Adipurna adalah kelas pertama dari tanda kehormatan Bintang Mahaputera. Kelas ini merupakan kelas tertinggi dari Bintang Mahaputera.

Mentan Amran menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan yang diterimanya. 

Ia menegaskan bahwa penghargaan ini bukan hanya untuk dirinya, melainkan untuk seluruh petani Indonesia.

“Jadi ini adalah penghargaan bagi petani Indonesia yang diberikan oleh Bapak Presiden Republik Indonesia,” kata Mentan Amran usai Upacara Penganugerahan Tanda Kehormatan Republik Indonesia di Istana Negara.

Baca juga: Sosok 5 Putra Sulsel Terima Tanda Kehormatan dari Prabowo: Haji Isam, Andi Ramang, Andi Amran

Mentan Amran mengatakan penganugerahan tersebut merupakan apresiasi atas kontribusi nyata jajaran insan pertanian dalam mendorong ketahanan pangan nasional, peningkatan produksi pangan strategis, serta keberpihakan pada petani di seluruh Indonesia.

Seperti diketahui, Kementerian Pertanian (Kementan) di bawah komando Mentan Amran selama ini konsisten menjalankan program-program strategis, mulai dari peningkatan produktivitas pangan, penguatan hilirisasi komoditas, hingga modernisasi pertanian dengan alat dan mesin pertanian (alsintan).

Beberapa keberhasilan sektor pertanian di antaranya tidak adanya impor beras hingga Agustus 2025 di tengah krisis pangan global. Produksi pangan khususnya padi menunjukkan tren yang positif.

Berdasarkan data FAO, USDA, dan Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional melonjak dari 30,62 juta ton pada 2024 dan diperkirakan mencapai 33,8–35,6 juta ton pada 2025.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved