Mappatoeroeng Parawansa Wafat
Aliyah Mustika Ilham Kenang Mappaturung Parawansa Sosok Bijak dan Teladan
Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, melayat ke rumah duka almarhum H. Mappaturung Parawansa
Kerabat, sahabat, dan tokoh masyarakat hadir memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.
Ketika Muhammad Arief Sirajuddin, mertua Aliyah Mustika, jadi bupati Gowa periode 1976-1984.
Saat itu, Mappaturung adalah sekwilda Sulsel.
Sosok Mappaturung Parawansa
Drs H Mappaturung Parawansa Kr Kio, Sekretaris Wilayah Daerah (Sekwilda) Sulsel periode 1983–1990, wafat pada Sabtu (23/8/2025) pukul 20.40 WITA.
Almarhum juga pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Pembangunan Daerah (Dirjen Bangda) Departemen Dalam Negeri pada 1990–1994.
Saat ini, jenazah disemayamkan di rumah duka, Jalan Syekh Yusuf, Katangka, Kabupaten Gowa, tepatnya setelah Masjid Tua Katangka.
Sebagai pejabat pusat, Parawansa dikenal visioner.
Ia tidak hanya membangun sistem birokrasi, tetapi juga menyiapkan kader-kader muda.
Saat menjabat di Depdagri, ia membawa sejumlah akademisi dan birokrat potensial asal Sulawesi Selatan ke Jakarta, di antaranya Prof. Ryaas Rasyid dan Rafiuddin Hamarung.
Prof. Ryaas Rasyid, yang kemudian dikenal sebagai Bapak Otonomi Daerah Indonesia, adalah pemikir utama di balik lahirnya UU No. 22/1999 tentang Pemerintahan Daerah.
Ia sempat menjadi Menteri Negara Otonomi Daerah di era Presiden Abdurrahman Wahid.
Sementara Rapiuddin Hamarung juga tercatat sebagai salah satu pejabat yang meniti karier di pusat berkat bimbingan Parawansa.
Guru Besar Ilmu Pemerintahan di Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) Jakarta dikenal sebagai pemikir dan perumus desentralisasi serta otonomi daerah di Indonesia.
Peran pentingnya adalah tokoh utama dalam perumusan UU No. 22/1999 tentang Pemerintahan Daerah, yang menjadi tonggak pelaksanaan otonomi daerah pasca-reformasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20250824_ALIYAH-CIUM-TANGAN_aliyah-cium-tangan-parawansa.jpg)