Cekcok Gara-gara Batas Tanah, Pensiunan Guru di Jeneponto Parangi Petani
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 07.15 Wita itu melibatkan seorang petani bernama Firmansyah (37) dengan pensiunan guru PNS, H Raniarto (65).
Penulis: Muh. Agung Putra Pratama | Editor: Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM, JENEPONTO - Kasus penganiayaan terjadi di Dusun Bontobiraeng, Desa Bululoe, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel) Selasa (19/8/2025) pagi.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 07.15 Wita itu melibatkan seorang petani bernama Firmansyah (37) dengan pensiunan guru PNS, H Raniarto (65).
Kapolsek Binamu, AKP Sukhardi memimpin langsung personelnya mendatangi lokasi kejadian.
"Benar telah terjadi penganiayaan menggunakan senjaga tajam jenis parang," ujar AKP Sukhardi via pesan Whatsapp.
Firmansyah dan H Rani adalah warga Desa Datara, Kecamatan Bontoramba, Jeneponto.
Peristiwa bermula saat korban berangkat ke kebunnya sekitar pukul 06.00 Wita untuk memetik cabai.
Namun sekitar pukul 07.15 Wita, H Rani mendatangi korban dengan membawa parang.
Baca juga: Bikin Resah! 30 Mobil Dilempari di Jeneponto, Paving Nyaris Lukai Anak Pengemudi Ayla
Pelaku lalu melontarkan kata-kata tudingan.
"Apalle'lere mako isse batu, 'kau memindahkan lagi batu' (pembatas tanah milik korban dan pelaku)." jelas Sukhardi.
Tak lama berselang, H Rani langsung membacok korban pada bagian dahi hingga membuat Firmansyah terjatuh.
H Rani kembali mencoba menebas leher Firmansyah namun berhasil ditepis menggunakan tangan kiri.
"Bahkan, upaya berikutnya pelaku masih berusaha menebas leher korban, namun berhasil dihindari hingga mengenai pelipis kiri bawah telinga korban," ucapnya.
Setelah melakukan aksinya, H Rani meninggalkan Firmansyah di kebun.
Dalam kondisi bersimbah darah, korban menelpon sepupunya, Rasmawati untuk memberitahukan keadaannya.
"Rasmawati meminta Nur Salim (pihak keluarga) menjemput korban," ujarnya.
| Usman Marham Tambah Pendukung Appi, Pengamat Sebut Penghubung DPD II ke DPP |
|
|---|
| Bantah Tudingan Anak Bupati Jeneponto Aniaya Perempuan, Kuasa Hukum MRP: Klien Kami Diserang Duluan |
|
|---|
| Terungkap Tujuan Sebenarnya Usman Marham Menghadap Bahli Jelang Musda |
|
|---|
| Usman Marham Ketemu Bahlil di Jakarta Sebelum Hadiri Konsolidasi 20 DPD II Golkar, Bahas Apa? |
|
|---|
| Warga Minang Makassar Bangun Masjid Rp9 M di Maros |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20250819-Penganiayaan-di-Jeneponto.jpg)