Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Makan Bergizi Gratis

Enam Dapur Gizi Layani 20 Ribu Siswa di Maros

Maros telah memiliki 6 SPPG aktif dan 20 dalam verifikasi untuk program MBG. Dukungannya: alokasi anggaran Rp2,5 miliar untuk SD di Maros.

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Sukmawati Ibrahim
TRIBUN-TIMUR.COM/NURUL
MBG Maros - Pelaksaan Program MakanSiang Bergizi Gratis di 103 Inpres Hasanuddin beberapa waktu lalu. Maros telah memiliki 6 SPPG aktif dan 20 dalam verifikasi untuk program MBG. Dukungannya berupa alokasi anggaran Rp2,5 miliar untuk SD di Maros. 

TRIBUNMAROS.COM, MAROS – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan menunjukkan perkembangan positif.

Bupati Maros, Chaidir Syam, menyebut sudah ada enam Sentra Penyedia Pangan Gizi (SPPG) beroperasi.

Melayani sekitar 20 000 siswa dari berbagai sekolah.

“Satu SPPG mampu melayani 3 000 sampai 4 000 siswa,” ujar Chaidir Syam, Rabu (13/8/2025).

Selain yang sudah aktif, ada 20 SPPG dalam tahap verifikasi akhir.

Unit-unit tersebut ditinjau dan dikontrol, hanya perlu perbaikan data dan pendistribusian sebelum mulai melayani.

SPPG tersebar di 14 kecamatan.

Bila semua sudah aktif, jumlahnya mencapai 26 unit.

Kecamatan Mandai dan Turikale memiliki banyak siswa sehingga memiliki SPPG lebih banyak.

Bupati menyebut kebutuhan ideal mencapai 24–26 SPPG agar seluruh siswa terlayani.

MBG merupakan program nasional juga berjalan di Maros, dengan tujuan memberi asupan gizi seimbang setiap hari kepada siswa.

Ia berharap kualitas makanan, rasa, gizi, kebersihan tetap terjaga dan distribusi berjalan lancar.

Sekretaris Daerah Maros, Andi Davied Syamsuddin, menjelaskan bahwa dalam APBD 2025 dialokasikan Rp2,5 miliar untuk mendukung program makan siang bergizi di SD.

Meski belum mencukupi, pemerintah berkomitmen mendukung keberlanjutan serta menunggu kebijakan teknis untuk jenjang SMP.

“Kami juga masih menunggu keputusan lebih lanjut terkait teknis anggaran, khususnya untuk sekolah menengah pertama (SMP),” kata Davied.

Salah satu siswa di Mandai, Alfatih (8 tahun), menyatakan senang dengan program tersebut.

“Makanannya enak, kadang ada daging dan ayam juga," katanya. 

Ia kini menabung uang jajan karena tak lagi beli di kantin.

“Bagus sekali, jadi lebih hemat," katanya.  (*)

 

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved