UIT Makassar
Alumni Kebidanan UIT Tembus Rumah Sakit Pemerintah Kuwait, Harumkan Nama Indonesia
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh alumni Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh alumni Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar.
Marselina Meo Rio, lulusan Program Studi DIII Kebidanan Tahun 2016 Fakultas Keperawatan UIT, resmi diterima bekerja di salah satu rumah sakit milik Pemerintah Kuwait.
Pada Januari 2025 lalu, pemerintah Kuwait membuka 1000 lowongan.
Proses rekruitment melalui pendaftaran langsung via situs resmi MOH Kuwait: https://techaff.moh.gov.kw/JobOnline/login
Sebelumnya, Marselina telah menimba pengalaman kerja di sebuah rumah sakit di Arab Saudi.
Baca juga: Mahasiswa S2 UIT Makassar Teliti Strategi Komunikasi Kemenag Sulsel Membangun Citra Positif
Sistem kesehatan publik Kuwait dioperasikan oleh Kementerian Kesehatan (MOH), yang mengelola berbagai rumah sakit umum, spesialis, dan pusat poliklinik di seluruh negeri.
Kuwait memiliki sekitar 20 rumah sakit umum publik, termasuk fasilitas besar seperti Sheikh Jaber Al-Ahmad Hospital, yang dikenal sebagai rumah sakit terbesar di Timur Tengah.
Selain itu, terdapat lebih dari 100 poliklinik yang tersebar di berbagai distrik kesehatan untuk layanan primer.
Pemerintah telah meluncurkan proyek ambisius seperti pembangunan Sheikh Jaber Al-Ahmed Al-Sabah Hospital (1,200 tempat tidur) dan New Jahra Hospital, untuk meningkatkan kapasitas layanan kesehatan publik.
Dihubungi pada Senin (11/8/2025), Marselina menceritakan proses lolos seleksi di rumah sakit prestisius tersebut.
“Saya diterima di Rumah Sakit HOM Hospital Kuwait ini melalui seleksi ketat, bersaing dengan peserta dari berbagai negara. Jumlahnya ribuan, dan dari Indonesia hanya 80 orang yang berhasil lolos. Saya bersyukur bisa menjadi salah satunya, dan bangga membawa nama Universitas Indonesia Timur,” ujarnya perempuan asal ntt ini.
Marselina mengaku ilmu dan keterampilan yang diperolehnya selama kuliah di UIT menjadi bekal penting untuk bersaing di dunia kerja internasional.
“Saya merasa bangga pernah kuliah di DIII Kebidanan Universitas Indonesia Timur. Ilmu yang saya dapatkan di kampus sangat bermanfaat dan bisa saya aplikasikan di lapangan. Terbukti, lulusan UIT mampu bersaing dengan alumni perguruan tinggi lain di luar negeri,” tambahnya.
Ia juga memberikan pesan motivasi kepada mahasiswa dan generasi muda agar percaya diri dan tekun belajar.
“Jangan pernah meragukan kemampuan diri. Universitas Indonesia Timur Makassar adalah salah satu perguruan tinggi yang bisa diperhitungkan di luar negeri. Ayo kita belajar dengan sungguh-sungguh demi masa depan kita,” tutup Marselina.
Prestasi Marselina menjadi bukti bahwa sumber daya manusia Indonesia, khususnya dari Makassar, memiliki daya saing global.
Keberhasilan ini juga diharapkan memotivasi mahasiswa UIT dan anak muda Indonesia untuk menggapai mimpi hingga ke panggung dunia.(*)
| Perkuat Poros Akademik Global, UIT Gandeng Tiga Kampus Raksasa Türkiye di Kemenko PMK |
|
|---|
| Wisuda 643 Mahasiswa, Rektor UIT Dr Abdul Rahman: Sumbangsih Wisudawan Dibutuhkan di Masyarakat |
|
|---|
| Mahasiswa S2 UIT Makassar Teliti Strategi Komunikasi Kemenag Sulsel Membangun Citra Positif |
|
|---|
| Inovasi Gizi dan Ekonomi: Tim PKM UIT Kembangkan Produk Olahan Lontar di Bulo-Bulo |
|
|---|
| PT Lintas Kajima Universitas Indonesia Timur Resmi Teken MoU Penyerapan Lulusan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20250811_ALUMNUS-KEBIDANAN-UIT_alumnus-uit-bekerja-di-Kuwait.jpg)