Sosok Letkol Inf Abraham Panjaitan Dandim Mrorowali, Besar di Keluarga Militer
Letkol Inf Abraham S Panjaitan membawa warisan darah dan semangat perjuangan dari kakeknya.
TRIBUN-TIMUR.COM - Sosok Letkol Inf Abraham S Panjaitan Komandam Kodim 1311/Morowali Sulawesi Tengah.
Letkol Inf Abraham S Panjaitan membawa warisan darah dan semangat perjuangan dari kakeknya.
Kakek Letkol Inf Abraham S Panjaitan gugur di Lubang Buaya.
Pria kelahiran 7 April 1983 ini adalah cucu Pahlawan Revolusi, Donald Isaac Panjaitan.
Nama DI Panjaitan abadi dalam sejarah kelam G30S PKI.
Di balik pangkat dan seragamnya, tersimpan jejak panjang perjuangan keluarga tak lekang oleh zaman.
Didikan Kopassus, putra dari Letjen (Purn) Hotmangaradja MP Pandjaitan, dan saudara kandung perwira elite lainnya, Letkol Abraham bukan sekadar pejabat baru.
Ia adalah simbol hidup dari garis keturunan militer.
Tak pernah surut menjaga Indonesia.
Letkol Inf Abraham S Panjaitan resmi memimpin Kodim 1311/Morowali.
Dia menggantikan Letkol Inf Alzaki.
Alzaki promosi jabatan sebagai Komandan Brigade Tempur (TP) 85 bermarkas di Kalimantan.
Pada 29 Juli 2025, digelar upacara serah terima jabatan di Aula Makorem 132/Tadulako, Kota Palu.
Dipimpin Danrem Brigjen TNI Deni Gunawan.
Acara pisah sambut di Kompleks Kota Terpadu Mandiri, Desa Bahomohoni, pada 30 Juli 2025.
Sebagai figur baru di wilayah Morowali, Letkol Abraham menyampaikan apresiasi jajaran Forkopimda dan masyarakat setempat atas sambutan hangatnya.
Ia menekankan, kehadirannya berkomitmen melanjutkan program TNI AD sesuai jati diri: sebagai Tentara Rakyat, Pejuang, Nasional, dan Profesional.
Diungkapkan pula pentingnya sinergi dan kebersamaan antar elemen masyarakat, demi pelayanan yang terbaik kepada rakyat Morowali.
Wakil Bupati Morowali, Iriane Iliyas, menyampaikan penghargaan atas dedikasi Letkol Inf Alzaki selama bertugas.
Ia menyambut Letkol Abraham dengan harapan agar kolaborasi antara Kodim dan Pemda berjalan sinergis untuk kemajuan daerah.
Sosok Letkol Inf Abraham S Panjaitan ternyata bukanlah orang sembarang.
DI Pandjaitan gugur di lubang buaya dalam tragedi G30S PKI tahun 1965.
Dia adalah satu jenderal dari enam jenderal angkatan darat korban pembunuhan.
Pemilik nama lengkap Abraham Sada Mangaradja Pandjaitan itu putra pertama Letjen Hotmangaradja MP Pandjaitan, pensiunan bintang tiga.
Hotmangaradja merupakan putra ke-4 dari DI Panjaitan.
DI Panjaitan pernah bertugas dalam pasukan baret merah (Kopassus).
Serta berhasil meraih kualifikasi pasukan elite Angkatan Darat AS (US Army).
Sama halnya dengan Letkol Inf Abraham S Panjaitan juga merupakan didikan baret merah atau Kopassus.
Pria kelahiran 7 April 1983 itu memiliki adik bernama Jeremiah Sesa Mangaradja Pandjaitan.
Sang adik juga perwira berdarah Kopassus.
Bahkan adiknya pernah menjabat Danden 1/11 Grup-1/Para Komando/Kopassus.
(Tribun-timur.com/TribunNewsmaker.com/TribunPalu)
| Tempat Nongkrong Sambil Main Strategi Pong Mahjong Hadir di Makassar |
|
|---|
| Rumah Pelaku Pembunuhan Penjual Ikan di Gowa Dirusak Massa |
|
|---|
| M Fazli Pemain Termuda di Sinjai Bersatu Series 2026, Anaknya Baso Bintang |
|
|---|
| Camat Tallo Andalkan Posko RT/RW untuk Hentikan Pembuangan Sampah Liar |
|
|---|
| Kemendagri dan BPJS Ketenagakerjaan Dorong UCJ di Sulawesi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/SOSOK-PEMIMPIN-Letkol-Inf-Abraham-S-Panjaitan-kiri.jpg)