Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Telkomsel

Jaringan Telkomsel Sat Set, Social Media Specialist Kerja Tanpa Was-was

Bagi Siti Lestari Rahmadani, jaringan andal Telkomsel sangat memudahkan pekerjaannya sebagai seorang freelance social media specialist.

Tayang:
Penulis: Rudi Salam | Editor: Hasriyani Latif
dok Siti Lestari
JARINGAN TELKOMSEL - Spesialis media sosial, Siti Lestari Rahmadani mengunggah konten dalam event konser di Makassar, beberapa waktu lalu. Jaringan Telkomsel yang sat set membuat spesialis media sosial tidak was-was. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - “Sat set, tidak perlu was-was.”

Begitu kalimat Siti Lestari Rahmadani menggambarkan jaringan Telkomsel mendukung pekerjaannya.

Perempuan kelahiran Makassar 27 tahun silam itu seorang freelance social media specialist (spesialis media sosial).

Pekerjaannya tidak bisa dipisahkan dari jaringan.

Sebab, alumnus Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin (Unhas) ini tiap saat harus terhubung di media sosial (medsos).

“Telkomsel pastinya jadi pilihan utama,” kata Lestari, kepada Tribun-Timur.com, di salah satu cafe Jalan AP Pettarani, Kota Makassar, Rabu (30/7/2025).

Bagi Lestari, jaringan andal Telkomsel sangat memudahkan pekerjaan.

Semisal saat ngonten event konser di Kota Daeng, sebutan Kota Makassar.

Video 30-60 detik yang diambilnya tidak boleh lama disimpan di galeri.

Baca juga: Telkomsel Rayakan 30 Tahun dengan Hadiah Fantastis Lewat SIMPATI HOKI

Ia harus cepat mengunggahnya di medsos client (klien).

Tujuannya banyak, meningkatkan keterlibatan audiens, hingga membangun brand awareness.

Paling utama bisa lebih menjangkau audiens, dan mendukung strategi pemasaran.

“Selesai take video, langsung upload. Sekejap terunggah karena jaringan tidak ada masalah kalau Telkomsel,” kata Lestari.

Sama halnya saat mencari ide konten.

Jari dan jaringannya harus seimbang dan lancar.

Jari lancar scroll (gulir) video satu ke video lainnya.

Begitu pun jaringan, lancar tanpa kendala agar referensi video tidak terjeda.

“Jaringan Telkomsel bisa dikata meningkatkan mood. Kebayangkan kalau kerja dan jaringan tidak bagus,” tutur Lestari.

Perempuan yang suka pelihara kucing itu memuji langkah Telkomsel.

Sebab, ekspansi masif jaringan 5G-nya (Hyper 5G) dengan 73 base transceiver station (BTS) 5G terus dilakukan di Makassar

Ia dan pelanggan setia Telkomsel pun dapat menikmati koneksi 5G yang lebih stabil dan berkecepatan tinggi.

“Sejak zaman SMP pakai Telkomsel, jaringannya setia selalu lancar, kita sebagai pengguna juga setia tanpa ganti provider lain,” kata Lestari.

Transformasi Digital di Indonesia Timur 

Langkah nyata Telkomsel menghadirkan pengalaman 5G terdepan dan terluas dimulai 2021.

Itu menegaskan komitmen Telkomsel dalam mengakselerasikan laju ekonomi dan transformasi digital di Indonesia Timur.

Direktur Network Telkomsel, Indra Mardiatna mengatakan, pihaknya ingin memastikan manfaat jaringan 5G terdepan dan terluas Telkomsel tersedia secara inklusif.

Baik setiap orang, hingga kegiatan bisnis.

Ekosistem 5G di Makassar pun dinilai sudah semakin matang.

Sehingga perluasan cakupan Hyper 5G secara masif dan contiguous tanpa terputus menjadi krusial. 

“Ke depan, kami akan terus mempercepat ekspansi 5G ke sejumlah kota/kabupaten utama di Papua, Sulawesi, Kalimantan, termasuk kawasan industri, seperti pertambangan, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan transformasi digital di Indonesia Timur,” kata Indra Mardiatna, dalam keterangan tertulis, beberapa waktu lalu.

Telkomsel mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) secara end-to-end untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan Hyper 5G.

Termasuk respons otomatis terhadap gangguan dan pengelolaan jaringan melalui kerangka kerja Autonomous Networks.

Indra Mardiatna menjelaskan, dengan pendekatan berbasis AI, Telkomsel menghadirkan kualitas layanan yang optimal bagi pelanggan di berbagai situasi.

Juga sekaligus memungkinkan pengalaman pelanggan terbaik kapan pun dan di mana pun.

Termasuk di titik-titik keramaian dan lokasi-lokasi strategis Hyper 5G.

Keandalan Hyper 5G dengan latensi rendah juga mendukung layanan pelanggan berbasis AI.

Seperti pada AI-Based Customer Care Virtual Assistance Telkomsel, yakni Asisten Virtual Veronika (B2C) dan Virtual Account Manager Ted (B2B).

Terintegrasi dengan AI Service Operations Center, keduanya mampu merespons kebutuhan pelanggan secara cepat dan efektif.

Hal itu pun akan menghadirkan pengalaman layanan inovatif dan unggul di era digital 5G.

Terdepan dan Terluas

Penetrasi coverage Telkomsel di Sulawesi Selatan mencapai 99 persen di seluruh kecamatan.

Hanya ada tiga kecamatan yang belum tercover jaringan.

Limbong di Kabupaten Luwu Utara, Latimojong di Kabupaten Luwu, dan Mappak di Kabupaten Tana Toraja.

GM Region Network Operations and Productivity Telkomsel Sulawesi, Asep Hermawan menjelaskan, pihaknya senantiasa menghadirkan jaringan di daerah yang belum terjangkau.

Seperti di daerah rural (pedesaan) dan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

Namun, Telkomsel menghadapi banyak tantangan yang bersifat teknis, geografis, infrastruktur, ekonomi, hingga regulasi. 

Salah satu kendala yang paling sering ditemui infrastruktur pendukung yang tidak memadai seperti listrik, akses jalan, atau backhaul (fiber/microwave).

Asep Hermawan mengatakan, dalam pembangunan infrastruktur telekomunikasi di daerah rural dan 3T tidak bisa dibangun oleh satu pihak.

Diperlukan keterlibatan semua pihak terkait di berbagai level kepentingan, termasuk masyarakat. 

“Karena itu, kolaborasi dengan pemerintah dan instansi terkait seperti BAKTI Kominfo, Pemda setempat, PLN, dan lainnya sangat penting agar kehadiran jaringan bisa terwujud secara berkelanjutan,” kata  Asep Hermawan, saat dihubungi Tribun-Timur.com, Sabtu (19/7/2025).

Asep Hermawan menambahkan, Telkomsel terus beradaptasi dan berinovasi untuk mengatasi tantangan yang ada.

Hal itu dilakukan demi memberikan layanan optimal bagi masyarakat Indonesia.

Pada akhirnya akan mewujudkan konektivitas yang merata dan berkualitas di berbagai daerah.

Pengamat: Jembatan Kemajuan

Pengamat Ekonomi Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Abdul Muttalib Hamid menilai jaringan bukan lagi sekadar alat bantu di era digital.

Melainkan infrastruktur utama yang menopang peradaban. 

Konektivitas internet pun telah menjadi urat nadi kehidupan masyarakat modern.

Baik dalam mengalirkan informasi, memfasilitasi pendidikan, hingga memperkuat ekonomi.

Menurut Muttalib, dari sinilah jaringan 5G hadir sebagai tonggak perubahan. 

“5G bukan hanya sekadar upgrade teknis, melainkan akselerator transformasi sosial, ekonomi, dan budaya bangsa,” kata Muttalib, saat dihubungi Tribun-Timur.com, Rabu (30/7/2025).

Telkomsel telah memantapkan diri sebagai pelopor jaringan 5G di Indonesia. 

Dengan jangkauan 5G yang terus meluas, Telkomsel telah menciptakan ekosistem digital yang inklusif dan adaptif.

Muttalib menuturkan, era revolusi industri 4.0 dan society 5.0, jaringan digital adalah jembatan kemajuan, dan 5G kendaraan yang melaju di atasnya.

“Telkomsel dengan semua inovasi dan kolaborasinya telah membuktikan bahwa transformasi digital bukan sekadar wacana, melainkan gerakan nyata,” tutur Muttalib.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, Rudi Salam

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved