Film Dokumenter
Jejak Pelaut Makassar di Australia, Diangkat Lewat Film Wangany Mala
Film Wangany Mala tayang perdana di Makassar. Jejak pelaut Makassar dan relasi Australia–Indonesia diangkat dalam narasi lintas budaya.
Tayang:
Penulis: Risma Syam | Editor: Sukmawati Ibrahim
Risma Syam/Tribun Timur
WANGANY MALA - Suasana sesi diskusi usai penayangan perdana film Wangany Mala, Selasa, (29/7/2025) malam, di Gedung Ipteks, Universitas Hasanuddin. Film ini mengisahkan lintas negara tentang jejak pelaut Makassar dan hubungan budaya Indonesia–Australia.
Hal itu disampaikan Abdi Karya, seniman multidisiplin dan kurator asal Makassar sekaligus co-producer Wangany Mala.
“Lebih dari dokumenter sejarah, film ini jadi jembatan antar generasi. Antara spiritualitas leluhur dan tantangan kontemporer, antara tanah Marege (Arnhem Land–Australia Utara) dan laut Arafura yang membawa perahu dari Sulsel,” ujar Abdi, Direktur Artistik Marege Institut.
Ia menambahkan, di tengah banyak hal bergerak cepat dan sejarah mulai dilupakan, film Wangany Mala mengingatkan bahwa hubungan manusia, tanah, dan laut bukan hanya memori, tapi juga masa depan. (*)
Berita Populer
| Kain Mispa dan Warnai-warni Ceria Jamaah Haji Asal Sidrap |
|
|---|
| Belum 2 Tahun Menjabat Dadan Hindayana Dicopot dari Kepala BGN pada 2 Juni, Digantikan Nanik Deyang |
|
|---|
| Pemprov Sulsel Masih Berutang Dana Bagi Hasil 2024 Rp200 Miliar |
|
|---|
| Respon Bulog Pinrang Setelah Bill Gates Pimpin Massa HMI Demo Penyaluran Beras Rusak |
|
|---|
| KH Dosen UNM Terduga Pelaku Pelecehan Seksual Dituntut 6 Tahun Penjara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2025-07-30-WANGANY-MALA.jpg)