Jual Beli Seragam
DPRD Takalar Panggil Dinas Pendidikan Soal Dugaan Jual Beli Seragam di Sekolah
DPRD Takalar bakal panggil Dinas Pendidikan soal dugaan jual beli seragam. Orang tua siswa mengaku diarahkan beli di toko tertentu
Penulis: Makmur | Editor: Sukmawati Ibrahim
Paket itu berisi baju batik, olahraga, topi, dasi, dan atribut lainnya.
“Ini cukup memberatkan,” kata salah satu orang tua siswa, Jumat (24/7/2025).
Dugaan serupa di SMPN 1 Polongbangkeng Utara.
Wali murid menyebut siswa diarahkan membeli seragam di Toko Andini, Jalan Syamsuddin Daeng Ngerang, Pattallassang.
Paket seragam di toko tersebut dihargai Rp479 ribu.
Padahal, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 dan Permendikbud Nomor 50 Tahun 2022, sekolah dilarang menjual atau mengarahkan pembelian seragam.
Pengadaan seragam menjadi tanggung jawab orang tua.
Sementara bantuan seragam gratis ditujukan bagi siswa kurang mampu.
“Kalau tidak beli, kami khawatir anak kami diperlakukan berbeda,” ujar wali murid SMPN 1 Polut.
Kepala SMPN 2 Mappakasunggu, Syahrir, membantah.
Ia menyebut, usulan pembelian justru datang dari orang tua siswa saat rapat.
“Kami hanya memfasilitasi,” ujarnya.
Kepala SMPN 1 Polut, Sikati, belum berhasil dikonfirmasi.
Pesan dan telepon dari Tribun-Timur belum direspons. (*)
| Beda Sikap Kepala Daerah di Sulsel soal ASN Nonton Piala Dunia, Toraja Utara Paling Longgar |
|
|---|
| Polisi Ungkap Penyebab Wisatawan Tewas Tenggelam di Tebing Apparalang, Tak Ada Alat Penyelamat |
|
|---|
| Hadiah Lomba RT Makassar Rp100 Juta dari Wali Kota, Ini Cara Ikutnya |
|
|---|
| Polemik Kepala Sekolah Mundur Berjamaah, DPRD Sulsel: RDP Ditunda Jika Kadisdik Mangkir |
|
|---|
| Pegiat Lingkungan Asal Gowa Raih Kalpataru 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2025-07-29-dprd-takalar.jpg)