Cuaca di Sulsel
BMKG: Musim Kemarau di Sulsel hingga September, Cuaca Berisiko Hambat Pemilihan RT/RW
Musim kemarau di Sulsel diperkirakan hingga September. Cuaca panas bisa hambat pemilihan RT/RW di wilayah kepulauan Makassar.
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Sukmawati Ibrahim
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Musim kemarau di Sulawesi Selatan mulai stabil pada akhir Juli.
Curah hujan menurun, terik matahari semakin terasa.
"Sudah musim kemarau di sebagian Sulsel," jelas Asri, forecaster BMKG IV Makassar, Selasa (29/7/2025).
Secara umum, Sulsel memasuki periode kemarau, terutama wilayah barat hingga selatan.
Pesisir barat meliputi Makassar, Maros, Pangkep, Barru, Parepare, hingga Pinrang.
Sedangkan wilayah selatan dari Makassar sampai Bulukumba.
"Kalau wilayah utara memang hujannya sepanjang tahun," katanya.
Suhu udara saat ini masih tergolong normal.
"Suhu udara normal. Memang terasa panas, apalagi siang hari. Itu karena kurangnya tutupan awan," ujar Asri.
Hujan di Juni hingga awal Juli disebut sebagai bagian dari fenomena cuaca.
Saat itu terjadi pertemuan gelombang atmosfer seperti Kelvin, Equatorial Rossby, dan Madden Julian Oscillation (MJO), yang memicu peningkatan curah hujan.
Akhir Juli, cuaca di Sulsel kembali normal.
"Diperkirakan sampai September mendatang," katanya.
Prakiraan Cuaca Sulsel Rabu (30/7/2025)
Pagi hari cerah berawan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/hujan-idul-adha-2025.jpg)