Bus Trans Sulsel
Disubsidi Uang Rakyat Rp16 Miliar, Bus Trans Sulsel Sudah Mogok
Pemerintah Sulsel kembali mengadakan angkutan bus di Sulawesi Selatan dengan nama baru Trans Sulsel.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Pemerintah Sulawesi Selatan kembali mengadakan angkutan bus.
Armada Trans Sulsel terdiri dari 27 bus: 14 unit untuk koridor 1 (13 aktif, 1 cadangan) dan 13 unit untuk koridor 2 (12 aktif, 1 cadangan).
Subsidi menjangkau sekitar Rp16 miliar untuk operasional awal.
Namun, baru beberapa hari beroperasi, bus ini sudah mogok. (baca selengkapnya pada bagian akhir berita)
Sebanyak dua koridor ini bukan pertama kali.
Sebelumnya, Teman Bus, melewati area ini sejak 1 Januari 2025.
Kementerian Perhubungan menutup operasional dua dari tiga koridor Teman Bus karena pembatasan subsidi.
Baca juga: Fakta Bus Trans Sulsel, 4 Alami Patah Akibat Muatan Lebih Setelah Disubsidi Rp 16,7 Miliar
Saat itu, koridor yang dihentikan adalah Koridor 1: Panakkukang Square – Pelabuhan Galesong (Takalar)
Kemudian, koridor 2 yakni Unhas Tamalanrea – Stasiun Mandai via Bandara Sultan Hasanuddin
Saat ini, hanya tersisa Koridor 5 Unhas Gowa – Unhas Tamalanrea) yang masih beroperasi, dengan subsidi dari pusat
Kehadiran Bus Trans Sulsel untuk melanjutkan koridor teman Bus.
Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengatakan kehadiran Trans Sulsel merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sulsel, Dinas Perhubungan, Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra), dan Kementerian Perhubungan.
“Saat ini sudah ada dua koridor yang berjalan dan sementara digratiskan. Kami terus mengevaluasi antusiasme masyarakat agar transisi ke pengelolaan penuh di daerah berjalan lancar tanpa membebani masyarakat,” ujarnya usai peluncuran, Senin (14/7/2025).
Ia menegaskan belum ada tarif karena layanan masih dalam tahap uji coba, dan nantinya akan menggunakan kartu terintegrasi untuk moda darat, laut, dan udara.
Kepala Dinas Perhubungan Sulsel, Andi Erwin Terwo, menambahkan koridor ini merupakan kelanjutan dari Trans Mamminasata.
“Sistem baru ini tidak menggantikan Teman Bus, tetap berjalan hingga kontraknya selesai tahun 2026,” jelasnya.
Pendanaan subsidi dijelaskan Erwin menjangkau sekitar Rp16 miliar untuk operasional awal.
Ia berharap, Trans Sulsel menjadi fondasi transportasi publik modern dan terjangkau.
Bus Mogok
Dinas Perhubungan Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatat lonjakan jumlah penumpang hingga melebihi kapasitas normal, bahkan menyebabkan kerusakan pada sejumlah armada.
Hal itu diungkap oleh Kepala Dinas Perhubungan Sulsel, Andi Erwin Terwo, usai melaunching dua koridor Trans-Sulsel di Kawasan Center Point Of Indonesia, Kota Makassar, Senin (14/7/2025).
Ia mengatakan, selama masa uji coba selama satu pekan terakhir, antusiasme warga yang menggunakan layanan Trans-Sulsel sangat tinggi.
Akibatnya, terjadi over kapasitas hingga 200 persen dalam satu armada.
“Dalam beberapa hari terakhir, terjadi lonjakan penumpang hingga 200 persen. Bus yang seharusnya mengangkut 19 hingga 25 orang, justru diisi hingga 40 sampai 60 orang,” katanya.
Akibat beban berlebih ini, empat unit bus mengalami kerusakan, terutama pada bagian per kendaraan yang patah.
Kondisi ini membuat pemerintah mempertimbangkan berbagai langkah penyesuaian, termasuk kemungkinan meninjau kembali regulasi terkait sistem perhitungan pendapatan berbasis kinerja atau skema Buy The Service (BTS).
Saat ini, dua koridor Trans-Sulsel sudah beroperasi dengan jumlah armada sebanyak 27 bus.
Sementara itu, satu koridor tambahan, yaitu Koridor 3, masih belum dijalankan karena hasil uji coba sebelumnya menunjukkan load factor yang rendah serta kondisi jalur yang sempit dan rawan gangguan operasional.
Sementara itu, Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, megatakan jika pemerintah menyadari tantangan dalam menjaga keberlanjutan layanan transportasi publik seperti Trans-Sulsel.
“Model seperti ini sudah beberapa kali dijalankan, termasuk Trans Mamminasata dan Teman Bus. Umumnya, saat layanan gratis, masyarakat ramai, tapi begitu mulai berbayar, pengguna turun drastis,” katanya.
Untuk itu, pemerintah provinsi tengah menyusun grand design agar Trans-Sulsel bisa terus beroperasi secara berkelanjutan.
Salah satu skenario kebijakan yang dipertimbangkan adalah mendorong penggunaan transportasi umum secara masif, termasuk pelarangan ASN dan masyarakat umum menggunakan kendaraan pribadi pada hari-hari tertentu.
“Kita juga bisa mempertimbangkan stimulus, seperti memberikan akses gratis kepada pelajar dari keluarga kurang mampu agar mereka menggunakan Trans-Sulsel sebagai moda utama,” ungkapnya.
Lanjut Sudirman, semua kebijakan ini masih dalam tahap perencanaan, namun tujuan utamanya adalah agar Trans-Sulsel menjadi layanan permanen yang dapat diakses oleh masyarakat secara luas, sekaligus mendukung efisiensi dan keberlanjutan sistem transportasi publik di Sulawesi Selatan.(*)
Dua Koridor Baru
Koridor 1 (Makassar–Takalar)
- 14 bus, 105 halte pulang‑pergi.
- Rute: Mal Panakkukang → Jalan AP Pettarani → Pelita Raya → Sungai Saddang → Gunung Latimojong → Lanto Dg Pasewang → Haji Bau → CPI → Universitas Ciputra → Masjid 99 Kubah → RS Vertikal → Pelabuhan Takalar
Koridor 2 (Unhas–Bandara–Maros)
- 13 bus, 51 halte.
- Rute: Unhas Tamalanrea → Bandara Sultan Hasanuddin → Terminal KA Mandai Maros. Terintegrasi dengan kereta menuju Pangkep, Barru, Parepare
3. Tujuan & Manfaat
- Upaya Pengurangan Kemacetan di jalur CPI dan pusat kota Makassar
- Menghadirkan transportasi publik yang terintegrasi dengan moda lain (air‑waterbase terminal, bandara, pelabuhan, kereta)
- Simulasi operasi sebelumnya menunjukkan antusiasme tinggi, banyak penumpang, bahkan berdiri saat uji coba
4. Subsidi & Gratis
- Pendanaan sepenuhnya dari Pemprov Sulsel: Rp 16,7 miliar, dengan Rp 9,4 miliar untuk Koridor 1 dan Rp 7,3 miliar untuk Koridor 2
- Peluncuran dan tahap awal uji coba bus gratuitous hingga akhir tahun, memberikan akses gratis bagi masyarakat.
(tribun-timur.com/renaldi cahyadi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20250714-TRANS-SULSEL-Patah.jpg)