Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Sengketa Tanah Kuburan Berujung Blokade Jalan Menuju Wisata Lasundrai Beach Barru

Akses jalan ini ditutup dikarenakan masyarakat marah atas adanya pencaplokan lahan TPU Ujunge.

Penulis: Darullah | Editor: Alfian
Tribun-Timur.com/Darullah
BLOKADE JALAN - Warga Ujunge, Desa Batupute, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru, Sulsel tutup akses jalan menuju Destinasi Wisata Lasundrai Beach, Selasa (8/7/2025). Wisatawan terpaksa putar balik. 

TRIBUN-TIMUR.COM, BARRU - Warga Ujunge, Desa Batupute, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru, Sulsel tutup akses jalan menuju Destinasi Wisata Lasundrai Beach.

Hal itu dilakukan, buntut adanya warga yang mencaplok lahan tempat pemakaman umum (TPU) Ujunge.

Pasalnya akses jalan tersebut juga merupakan jalur menuju TPU Ujunge. 

Destinasi Wisata Lasundrai lokasinya berdampingan dengan lahan TPU Ujunge yang dicaplok warga.

Dari pantauan Tribun-Timur.com, akses jalan tersebut ditutup menggunakan kayu besar dilapisi seng, dan ditambah pagar besi melintangi akses jalan tersebut.

Akses jalan tersebut ditutup sejak tanggal 8 Juli 2025, hingga saat ini masih tetap dalam kondisi tertutup.

Sehingga tempat wisata Lasundrai bech lumpuh total untuk sementara waktu, karena akses jalannya tertutup.

Baca juga: Kantor Desa Digeruduk Gara-gara Warga di Barru Caplok Tanah Kuburan

Salah seorang warga setempat, Harun mengungkapkan bahwa akses jalan ini ditutup dikarenakan masyarakat marah atas adanya pencaplokan lahan TPU Ujunge.

"Dan penutup jalan ini akan dibuka kalau sudah ada kesepakatan dan pagar TPU Ujunge dibuka dan difungsikan seperti sedia kala," ujarnya kepada Tribun-Timur.com saat ditemui di kediamannya di Ujunge, Selasa (8/7/2025).

"Masyarakat di sini juga malu, masa ada lahan kuburan begini diklaim dan dipagar," tuturnya.

"Walaupun penutupan akses jalan ini berdampak terhadap Destinasi Wisata Lasundrai, kami hanya ingin TPU yang sudah turun temurun digunakan ini dapat dipulihkan fungsinya," kata Harun.

Pihaknya membeberkan banyak wisatawan yang datang di sini, tapi pulang semua karena akses jalan ke dalam tertutup.

"Banyak wisatwan dari Pangkep dan bahkan ada dari Makassar tadi, tapi putar balik karena jalannya ditutup," bebernya.

"Kalau sudah ada kesepakatan di dalam untuk membongkar pagarnya, baru dibuka penutup jalannya," tandasnya.

"Sudah ratusan tahun ini pemakaman digunakan, kenapa baru kali ini ada yang berani klaim," paparnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved