Banjir Sulsel
Sistem Peringatan Dini Tertinggal Perparah Dampak Bencana
Provinsi Sulawesi Selatan kembali berduka atas banjir bandang di Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, dan Sinjai.
Tayang:
Editor:
Muh Hasim Arfah
Dok Syamsul (WhatsApp)
BANJIR JENEPONTO - Kolase foto banjir yang merendam Desa Bonto Tiro, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Sabtu (5/7/2025).
Ia juga menekankan pelibatan masyarakat sebagai “sensor hidup” dengan melatih kelompok tani dan pemuda di hulu untuk menjadi relawan pemantau dan melaporkan perubahan debit air melalui grup WhatsApp khusus.
Selain itu, dia mengusulkan digelarnya gladi evakuasi bulanan di daerah rawan seperti Sinjai dan Jeneponto.
Yusran mengakui bahwa implementasi solusi ini tidak mudah, mengingat keterbatasan anggaran dan resistensi birokrasi.
Namun, ia menilai pilot project di satu kabupaten seperti Bantaeng bisa menjadi contoh untuk wilayah lain.
"Banjir adalah keniscayaan alam, tapi korban jiwa bukan takdir. Dengan sistem peringatan yang cerdas, Sulsel bisa lebih siap," tegas Yusran, aktivis lingkungan Sulsel. (*)
Berita Terkait: #Banjir Sulsel
| 4 Wilayah Terendam Banjir Pasca Hujan Deras Guyur Sulsel |
|
|---|
| Waspada! BMKG Peringatkan Status Awas hingga Waspada Banjir dan Longsor 25 hingga 27 Februari 2026 |
|
|---|
| BADKO HMI Sulsel Anggap Banjir Sulsel Akibat Tambang Minta Polda-Kejati Usut Kerusakan Lingkungan |
|
|---|
| Banjir Sulsel, Aktivis Lingkungan: Kerusakan Hulu Sungai Picu Bencana Ekologis dan Sosial |
|
|---|
| Banjir Rendam 4 Kabupaten, Pemprov Sulsel Bangun Dapur Umum, Turunkan Alat Berat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2025-07-05-BANJIR-RUMBIA-JENEPONTO-SULSEL.jpg)