Lipsus Tren Haji Muda
Azhar Gazali: Calon Haji Muda Mulai Dilirik Perbankan Syariah di Sulsel
Perbankan syariah mulai lirik haji muda. Bank mulai dukung anak muda untuk merencanakan ibadah haji lewat produk tabungan haji terencana.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Tren pendaftaran haji di usia produktif mulai menunjukkan perkembangan, meski jumlahnya masih terbatas.
Sebagian besar pendaftar haji berasal dari kalangan usia mapan, yaitu 35 hingga 45 tahun, dengan pekerjaan dan penghasilan sudah stabil.
Ketua Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua), Azhar Gazali, menyebut para pendaftar ini mulai mengambil porsi kuota haji khusus dengan masa tunggu 5 hingga 7 tahun ke depan.
“Kalau yang mendaftar sekarang rata-rata usia mapan. Mereka pekerjaannya sudah stabil dan baru mulai mengambil porsi haji khusus. Umurnya kisaran 35 sampai 45 tahun,” ujarnya kepada Tribun, Jumat (5/7/2025).
Menurut Azhar, secara kuantitas, kelompok usia ini belum mendominasi pasar haji.
Namun tren ke depan menunjukkan arah positif, terutama dengan keterlibatan produk perbankan syariah mulai menyasar segmen usia muda. Termasuk di Sulsel.
“Jumlahnya memang belum banyak. Tapi perbankan syariah sekarang mulai mendukung gerakan berhaji di usia muda. Mereka mulai intens masuk ke pasar anak muda, termasuk melalui kampus dan promosi digital,” katanya.
Azhar juga mengungkapkan, gagasan mendorong perbankan syariah untuk mendukung haji muda pernah ia usulkan beberapa tahun lalu.
Saat ini, ia menilai inisiatif tersebut mulai berbuah.
“Dulu saya pernah mengusulkan gerakan Haji Muda Indonesia ke beberapa perbankan syariah, supaya mereka mendukung. Sekarang kelihatan mulai ada kelanjutan dari ide itu. Saya lihat beberapa bank sudah aktif menjangkau pasar muda,” paparnya.
Baca juga: 2 Bersaudara dari Luwu Fiko dan Sultan Berhaji di Usia 20-an, Tak Mesti Dipanggil Haji"
Tabungan Haji Sejak Dini
Selain menyasar anak muda secara langsung, pendekatan juga dilakukan melalui sekolah dengan menyasar orang tua murid. Tujuannya agar anak-anak bisa dipersiapkan sejak dini untuk mendapatkan porsi haji di masa depan.
“Pendekatannya bisa lewat sekolah. Bukan hanya ke siswa, tapi ke orang tua murid, supaya mereka bisa mulai merencanakan keberangkatan anak sejak dini,” ujarnya.
Salah satu instrumen yang bisa digunakan, kata Azhar, adalah produk tabungan haji terencana yang kini mulai ditawarkan oleh sejumlah bank syariah.
Skema ini memungkinkan masyarakat menabung secara bertahap untuk mendapatkan porsi haji di masa mendatang.
| Mirna Asal Bone Sulsel Simpan Nomor Porsi Haji Sejak SMA, Berangkat di Usia 31 Tahun |
|
|---|
| 2 Bersaudara dari Luwu Fiko dan Sultan Berhaji di Usia 20-an, Tak Mesti Dipanggil 'Haji" |
|
|---|
| Haji Khusus Makin Diminati Anak Muda Sulsel, Ini Alasannya |
|
|---|
| Haji Muda Jadi Gaya Hidup Baru di Sulsel |
|
|---|
| Daftar di Usia 14, Irma Penjual Kosmetik Takalar Sulsel Wujudkan Impian Naik Haji Sebelum 30 Tahun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2025-07-06-AZHAR-GAZALI-KETUA-AMPHURI.jpg)