Opini
Selamat Hari Pustakawan Indonesia
Rasa haru dan gembira bercampur aduk bila mengingat kembali perjalanan panjang sebagai Pustakawan.
Oleh: Tulus Wulan Juni
Pustakawan Madya Dinas Perpustakaan Kota Makassar
TRIBUN-TIMUR.COM - Setelah ditunggu-tunggu sekian lama oleh para Pustakawan di seluruh Indonesia terkait kejelasan hari Pustakawan.
Akhirnya hari ini, mulai tahun ini dan setiap tanggal 7 Juli Pustakawan memiliki Hari Pustakawan Indonesia berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Nomor: 81/ M/ 2025 tentang Penetapan Hari Pustakawan yang ditetapkan oleh Menteri Abdul Mu’ti tanggal 25 Juni 2025.
Para Pustakawan pun setanah air menyambut gembira atas perhatian pemerintah kepada profesi Pustakawan termasuk saya sendiri yang sudah bekerja di Perpustakaan selama 27 tahun.
Tepat dibulan ini juga di tahun 1998 saya memulai mengenal perpustakaan dari 0 dengan mengikuti Pelatihan Pengelola Perpustakaan Sekolah Tingkat SLTP se-Sulawesi Selatan yang diselenggarakan oleh bagian Proyek Peningkatan Mutu dan Pelaksanaan Wajib Belajar SLTP Sulawesi Selatan tanggal 1 sampai 31 Juli 1998 atau selama sebulan dengan pola 300 jam.
Rasa haru dan gembira bercampur aduk bila mengingat kembali perjalanan panjang sebagai Pustakawan.
Setiap profesi memiliki hari bersejarah tersendiri untuk diperingati seperti hari guru, hari dokter dan lainnya.
Peringatan hari bersejarah tersebut sebagai bentuk pengakuan dan apresiasi atas semangat dan dedikasi yang telah mereka berikan kepada bangsa dan negara.
Lahirnya Hari Pustakawan Indonesia sesuai isi surat keputusan Mendikdas memiliki dasar pertimbangan bahwa Pustakawan mempunyai peran strategis dalam meningkatkan kualitas masyarakat melalui penguasaan ilmu pengetahuan serta pemahaman literasi melalui perpustakaan.
Selain itu, dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perpustakaan dan Pustakawan untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa.
Penetapan Hari Pustakawan Indonesia oleh Pemerintah adalah wujud nyata mengapresiasi peran penting Pustakawan dalam pengelolaan perpustakaan.
Sebelum ada Hari Pustakawan Indonesia. Pustakawan telah memiliki Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) yang diperingati setiap tanggal 7 Juli.
Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) didirikan pada tanggal 7 Juli 1973 (atau 52 tahun yang lalu) dalam Kongres Pustakawan Indonesia yang diadakan di Ciawi, Bogor.
Kongres ini merupakan perwujudan kesepakatan para pustakawan saat itu yang tergabung dalam berbagai perhimpunan seperti Asosiasi Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Indonesia (APADI), Himpunan Perpustakaan Chusus Indonesia (HPCI) dan Perkumpulan Perpustakaan Daerah Istimewa Yogyakarta (PPDIY) dalam pertemuan di Bandung pada tanggal 21 Januari 1973 untuk menggabungkan seluruh unsur pustakawan dalam satu asosiasi atau organisasi.
| Penuhi Gizi Seimbang dari Pangan Lokal: Pelajaran dari Sulawesi Selatan |
|
|---|
| Menolak Korupsi Senyap: Mengapa Mengembalikan Pilkada ke DPRD Adalah Kemunduran |
|
|---|
| Makna Filosofis Sejarah Pohon Sawo Ditanam Presiden Soekarno Awal Tahun 1965 di Badiklat Kejaksaan |
|
|---|
| Manajemen Talenta: Harapan Baru Birokrasi Sulsel? |
|
|---|
| Fantasi Kerugian 1 Triliun Dalam Kasus Kuota Haji |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20250705-Tulus-Wulan-Juni.jpg)