Legislator Golkar Taufan Pawe Soroti Tim Ahli Kepala Daerah
Ketua Partai Golkar Sulsel itu menyoroti maraknya pengangkatan staf khusus oleh kepala daerah yang dinilai tidak memiliki dasar hukum yang jelas.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Anggota DPR RI, Taufan Pawe mengkritik soal pengangkatan tim ahli hingga staf khusus kepala daerah.
Hal itu disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPR RI bersama Kemenpan-RB, BKN, dan Kemendagri di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (30/6/2025).
Ketua Partai Golkar Sulsel itu menyoroti maraknya pengangkatan staf khusus oleh kepala daerah yang dinilai tidak memiliki dasar hukum yang jelas.
Ia meminta Kepala BKN memberikan sikap tegas terhadap fenomena ini.
“Ada beberapa daerah yang mengangkat staf khusus. Kami di Komisi II DPR RI meminta ketegasan dari BKN. Jika dilarang, apa sanksinya jika dilanggar? Ini tidak boleh dibiarkan harus tegak lurus ini masalah,” tegasnya.
Dalam forum tersebut, ia menyoroti sejumlah isu strategis, mulai dari mutasi ASN hingga polemik pengangkatan staf khusus oleh kepala daerah.
Taufan menegaskan bahwa sistem merit harus dijadikan kiblat dalam manajemen ASN.
Ia menyayangkan masih banyak kepala daerah mutasi, rotasi, bahkan demosi pegawai setelah terjadi pergantian pejabat pembina kepegawaian (PPK), tanpa mempertimbangkan evaluasi kinerja.
“Semuanya sarat dengan aturan. Apapun keinginan kepala daerah itu sah-sah saja. Tapi kita harus ingat, kepala daerah adalah pejabat pembina kepegawaian. Di sana ada kata ‘pembinaan’,” tegas Taufan.
Menurutnya, setiap mutasi ASN harus didasarkan pada evaluasi kinerja.
“Patron kita, kiblat dalam tata kelola manajemen kepegawai adalah sistem merit. Kalau kita abaikan sistem merit maka yang terjadi adalah pembunuhan karakter,” ujar Wali Kota Parepare dua periode tersebut.
Menurutnya, tak sedikit biaya negara untuk membina CPNS untuk menduduki jabatan.
"Evaluasi kinerja dulu, jangan seenaknya mutasi. Kalau itu kebutuhan maka, entry pointnya adalah evalusi kinerja. Saya melihat sistem merit dalam sistem pegawai, itu Excellent (sempurna) menurut saya," katanya.
Namun, saat itu, Kepala Badan Kepegawaian Nasional (BKN) RI, Prof Zudan Arif Fakrulloh tidak menjawab secara khusus dari pertanyaan dari Taufan Pawe.
Sebelumnya, Prof Zudan Arif Fakrulloh pernah memperingatkan seluruh kepala daerah agar tidak lagi mengangkat pegawai baru, bukan melalui jalur Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
| Respon Menohok Mendagri Tito Disinggung Taufan Pawe: Seolah-olah Saya Tidak Mendukung Prabowo |
|
|---|
| Mahasiswa UI Gugat Pasal Penyerangan Martabat Presiden, Rudianto Lallo: tidak Bungkam Kebebasan |
|
|---|
| Sulsel Penutup Musda Golkar Provinsi se-Indonesia |
|
|---|
| 35 DPD I Golkar Sudah Punya Ketua Baru, Terbaru Alien Mus di Malut |
|
|---|
| Rekam Jejak Munafri, Andi Ina, Rahman Pina dan IAS, Siapa Penuhi Syarat Prestasi hingga Loyalitas? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Anggota-Komisi-II-DPR-RI-Taufan-Pawe-567756.jpg)