Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Viral Mayat Ditemukan di Depan RS Ananda Makassar Ternyata Pria Banyuwangi Jawa Timur

Sesosok mayat di depan RS Ananda Makassar, di Jl Andi Djemma, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (24/6/2025) siang.

Editor: Muh Hasim Arfah
Dok. Polsek Rappocini
EVAKUASI MAYAT- Anggota Polri dan warga mengevakuasi pria mendadak meninggal dunia saat mengemudi becak motor (bentor) di Jl Andi Djemma, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (24/6/2025) siang. Mohammad Fajar Sodiq (55), warga Jl Kandea II, Kecamatan Bontoala, Makassar. 

TRIBUN-TIMUR.COM, COM, MAKASSAR - Grup-grup WhatsApp tiba-tiba ramai dengan foto sesosok mayat di depan RS Ananda Makassar, di Jl Andi Djemma, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (24/6/2025) siang.

Ternyata mayat itu adalah Mohammad Fajar Sodiq (55). 

Pria yang bekerja sebagai pengemudi becak motor (bentor) adalah warga Jl Kandea II, Kecamatan Bontoala, Makassar.

Pria kelahiran Banyuwangi 7 Februari 1970, ini tiba-tiba terjatuh mengendarai bentor.

Warga pun menghadiri mayat Fajar. 

Setelah dicek, rupanya Fajar sudah dinyatakan meninggal dunia.

"Iya benar, jam 12 kami menerima laporan. Setelah menerima laporan langsung anggota ke sana," kata Kapolsek Rappocini Kompol Ismail kepada wartawan.

Ismail mengatakan, saat mengemudikan bentor, Fajar tidak sedang membawa penumpang.

"Menurut keterangan saksi, kan pekerjanya tukang bentor, jadi sementara berjalan bentornya, tidak ada penumpang, tiba-tiba berhenti," ungkap Ismail.

"Di lihatlah seorang perempuan yang ada di sekitar situ, langsung minta tolong. Dia lihat korban sudah dalam keadaan meninggal," lanjutnya.

Dari hasil olah TKP sementara, kata Ismail, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh almarhum.

"Saat ini masih dalam penyelidikan, tidak ada tanda-tanda kekerasan," ujar Ismail.

Fajar diduga mempunyai riwayat penyakit sebelum ditemukan meninggal dunia.

"Dugaan sementara mungkin sakit karena saksi mata melihat waktu berjalan bentornya, tiba-tiba berhenti di depan rumahnya dan jatuh," kata Ismail.

Namun demikian, pihaknya mengaku tetap menyelidiki untuk memastikan kematian almarhum.

"Sementara kita dalami, apakah memiliki riwayat penyakit atau seperti apa," tuturnya.

Kini, jenazah Fajar telah dijemput pihak keluarganya untuk dibawa ke rumah duka di Jl Kandea.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved