Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pidsus Kejari Bone Bongkar Korupsi Jembatan Gantung Usa, Anggaran Proyek Rp300 Juta

Heru mengaku juga telah melakukan beberapa panggilan ke aparat yang terkait untuk dimintai keterangan. 

Penulis: Wahdaniar | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM
KORUPSI- Potret Kasi Pidsus Kejari Bone, Heru Rustanto yang diabadikan beberapa waktu lalu. Heru mengaku total kerugian dari kasus tersebut mencapai Rp300 juta. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Kejaksaan Negeri (Kejari) Bone mengungkap kasus korupsi proyek pembangunan jembatan gantung yang berlokasi di Desa Usa, Kecamatan Palakka, Kabupaten Bone sudah masuk dalam tahap penyelidikan. 

"Sebelumnya sudah dilakukan puldata dan pulbaket dan sekarang statusnya itu sudah masuk dalam tahap penyelidikan sejak 10 Juni 2025," ujar Kasi Pidsus Kejari Bone, Heru Rustanto kepada Tribun-timur.com, Selasa (16/6/2025). 

Pihaknya juga mengaku telah melakukan permintaan keterangan terhadap pelaku. 

"Kegiatan melakukan permintaan keterangan serta audit investigasi ke Inspektorat selaku APIP (Aparat Pengawasan Interen Pemerintah),"akuinya. 

Selain itu, Heru mengaku juga telah melakukan beberapa panggilan ke aparat yang terkait untuk dimintai keterangan. 

"Yang kami periksa itu semua pelaksana kegiatan, Fasilitator, Kades dan pihak Kecamatan selaku verifikator," tandasnya. 

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Bone mengungkap kasus korupsi proyek pembangunan jembatan gantung yang berlokasi di Desa Usa, Kecamatan Palakka, Kabupaten Bone

Total kerugian sementara diperkirakan mencapai Rp300 juta. 

Hal tersebut diungkapkan Kasi Pidsus Kejari Bone, Heru Rustanto kepada Tribun-timur.com, Selasa (17/6/2025). 

"Ini kasus korupsi dana desa untuk proyek pembangunan jembatan gantung di Desa Usa tahun anggaran 2024," akuinya. 

"Total kerugian nya sekitar Rp 300 Juta Rupiah untuk sementara," sambungnya. 

Heru mengaku dalam proses pembagunan jembatan gantung tersebut menelan biaya sekira Rp300 juta. 

"Ini anggaran tahun 2024 tapi pas dilapangan pembangunan jembatan tersebut menyebrang sampai 2025 dan belum diselesaikan," akuinya. 

Selain itu, dirinya mengaku anggaran pembangunan proyek jembatan tersebut telah dicairkan semuanya.

"Anggarannya sudah dicairkan semua, dan sudah dibelanjakan sekira 68 persen atau sekitar Rp205 juta dari total anggaran Rp301 juta. Sedangkan realisasi pembangunan nya di lapangan sangat jauh dari presentase 68 persen ini,"tandasnya. 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved