Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

IPMIL Raya UMI Siap Jadi Mitra Kritis Pemerintah Daerah

IPMIL Raya UMI siap jadi mitra kritis pemda se-Luwu Raya, kawal janji politik kepala daerah, soroti pendidikan dan lapangan kerja.

Tayang:
Penulis: Muhammad Nur Alqadri Sirajuddin | Editor: Sukmawati Ibrahim
Dok Pribadi
KINERJA PEMERINTAH - Ketua Umum IPMIL Raya UMI, Alif. Ia menyampaikan bahwa IPMIL Raya UMI siap menjadi mitra kritis pemda se-Luwu Raya, Minggu (15/6/2025). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Pengurus Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu Raya (IPMIL Raya) Universitas Muslim Indonesia (UMI) menyatakan siap menjadi mitra kritis bagi pemerintah daerah se-Luwu Raya.

Ketua Umum IPMIL Raya UMI, Alif Nugraha, mengapresiasi langkah awal kinerja 100 hari para kepala daerah se-Luwu Raya yang dinilai cukup progresif.

"Untuk saat ini, kami mengapresiasi kinerja para kepala daerah se-Luwu Raya. Tapi ini baru 100 hari kerja, ke depan tentu tantangannya lebih kompleks," ujar Alif dalam keterangannya yang diterima Tribun-Timur.com, Minggu (15/6/2025).

Ia menegaskan, kepala daerah ke depan harus menunaikan seluruh janji politik yang pernah disampaikan kepada masyarakat saat masa kampanye.

"Janji politik saat berkampanye tentu wajib ditunaikan. Kami sebagai mahasiswa asal Luwu Raya akan menjadi mitra kritis pemerintah dalam mengawasi kinerjanya dan mengawal program yang berpihak kepada masyarakat," tegas Alif.

Alif juga mengingatkan sejumlah catatan penting bagi kepala daerah, terutama terkait peningkatan akses pendidikan dan penciptaan lapangan kerja di wilayah Luwu Raya.

"Terkhusus untuk akses pendidikan dan lapangan kerja, ini menjadi PR penting bagi para kepala daerah. Masyarakat Luwu Raya harus bisa mengakses pendidikan berkualitas di semua tingkatan," jelasnya.

Ia turut menyoroti pentingnya pemerataan manfaat dari investasi yang masuk ke wilayah Luwu Raya agar tidak hanya dinikmati pihak luar.

"Sebagai daerah yang kaya sumber daya alam dengan investasi besar dari berbagai pihak, kepala daerah wajib memperjuangkan akses investasi dan lapangan kerja bagi warga Luwu Raya, agar masyarakat tidak menjadi penonton di tanah sendiri," ucap Alif. (*)

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved