Khazanah Islam
7 Versi Bacaan Doa Iftitah Bahasa Arab/ Latin beserta Artinya, Lengkap Hukum Membaca Doa Iftitah
Doa Iftitah mengarahkan kita untuk fokus pada kehadiran Allah, menyatakan penghambaan, dan memohon ampunan serta petunjuk-Nya.
Artinya:
"Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya. Segala puji yang sebanyak-banyaknya bagi Allah. Maha Suci Allah pada pagi dan petang hari."
Lalu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berkata (setelah selesai shalat): Siapakah tadi yang membaca ini dan itu?โ. Salah seorang dari jamaah berkata: โSaya, wahai Rasulullahโ.
Rasul bersabda: โSaya taโjub dengan doa itu, itu adalah doa yang dengannya pintu-pintu langit bisa terbukaโ.
Ibnu Umar berkata: โSaya tidak pernah meninggalkan doa itu semenjak saya mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengatakan tentang (keutamaan) doa tersebutโ. (HR. Muslim).
Keenam:
Dari Abu Hurairah ra berkata:
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam diam pada waktu antara takbir dan Al-Fatihah, lalu saya bertanya kepada beliau: โApakah yang Engkau baca diantara takbir dan Al-Fatihah itu, ya Rasulullah?โ Rasulullah menjawab: โSaya membaca:
ุงููููููู ูู ุจูุงุนูุฏู ุจูููููู ููุจููููู ุฎูุทูุงููุงูู ููู ูุง ุจูุงุนูุฏูุชู ุจููููู ุงููู ูุดูุฑููู ููุงููู ูุบูุฑูุจู ุงููููููู ูู ูููููููู ู ููู ุงููุฎูุทูุงููุง ููู ูุง ูููููููู ุงูุซููููุจู ุงููุฃูุจูููุถู ู ููู ุงูุฏููููุณู ุงููููููู ูู ุงุบูุณููู ุฎูุทูุงููุงูู ุจูุงููู ูุงุกู ููุงูุซููููุฌู ููุงููุจูุฑูุฏู
โAllahumma baโid baini wabaina khothoyaya kama baโadta bainal masyriqi walmaghrib. Allahumma naqqini minal khotoya kama yunaqqos tsaubul abyadhu minad danas. Allahummaghsil khothoyaya bilmaโi was tsalji walbarodiโ (HR. Bukhari dan Muslim, dengan beberapa perbedaan kecil antara lafaz dari Bukhari dan Muslim).
Artinya:ย
"Ya Allah jauhkanlah aku dari dosa-dosaku sebagaimana engkaujauh kan antara timur dan barat.
Ya Allah bersihkanlah aku dari dosa-dosaku sebagaimana bersihnya pakaian putih dari kotoran.
Ya Allah cucilah aku dari dosa-dosaku dengan air, salju dan embun" (HR. Bukhari dan Muslim, dengan beberapa perbedaan kecil antara lafaz dari Bukhari dan Muslim).
Ketujuh:
Dari Ali bin Abi Thalib ra dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bahwa sanya beliau ketika shalat membaca:
ููุฌููููุชู ููุฌูููู ูููููุฐูู ููุทูุฑู ุงูุณููู ูููุงุชู ููุงููุฃูุฑูุถู ุญููููููุง ููู ูุง ุฃูููุง ู ููู ุงููู ูุดูุฑูููููู ุฅููู ุตูููุงุชูู ููููุณูููู ููู ูุญูููุงูู ููู ูู ูุงุชููู ูููููู ุฑูุจูู ุงููุนูุงููู ููููู ูุงู ุดูุฑููููู ูููู ย ููุจูุฐููููู ุงูู ูุฑูุชู ููุงูููุง ู ููู ุงููู ูุณูููู ููููู. ุงููููููู ูู ุงูููุชู ุงููู ูููููู ูุงู ุงููููู ุฅููุงููู ุงูููุชู ุฑูุจูููู ููุงูููุง ุนูุจูุฏููู ุธูููู ูุชู ููููุณููู ููุงุนูุชูุฑูููุชู ุจูุฐูููุจููู ููุงุบูููุฑู ูููู ุฐูููููุจููู ุฌูู ูููุนูุง ูุงู ููุบูููุฑู ุงูุฐููููููุจู ุงููุงูู ุงูููุชู ููุงููุฏููููู ููุงูุญูุณููููู ุงููุงูุฎูููุงูู ูุงู ููููุฏููู ููุงูุญูุณูููููุง ุฅููุงููู ุงูููุชู ููุงุตูุฑููู ุนูููููู ุณููููุฆูููุง ูุงู ููุตูุฑููู ุนูููููู ุณููููุฆูููุง ุงููุงูู ุงูููุชู ููุจูููููู ููุณูุนูุฏููููู ููุงููุฎููููุฑ ููููููู ุจูููุฏููููู ูููุงูุดููุฑูู ููููุณู ุงููููููู ุงูููุง ุจููู ููุงููููููู ุชูุจูุงุฑูููุชู ููุชูุนูุงููููุชู ุงูุณูุชูุบูููุฑููู ููุงูุชูููุจู ุงููููููู
โWajjahtu wajhiya lilladzi fatoros samawati wal ardh, hanifan wama ana minal musyrikin, inna sholati wanusuki wamahyaya wamamati lillahi robbil alamin, la syarikalahu wabidzalika umirtu wa ana minal muslimin. Allahumma antal malik, la ilaha illa anta robbi wa ana โabduka, zholamtu nafzi waโtaroftu bidzanbi, faghfirli dzunubi jamiโa, la yaghfiruz dzunuba illa anta, wahdini liahsanil akhlaq la yahdi li ahsaniha illa anta, washrif โanni sayyiโaha la yashrifu โanni sayyiโaha illa anta, labbaika wa saโdaika, wal khoiru kulluhu biyadaika, was syarru laisa ilaika, ana bika wa ilaika, tabarokta wa taโalaita, astaghfiruka wa atubu ilaikaโ.
Artinya:
"Aku hadapkan wajahku kepada Tuhan Yang menciptakan langit dan bumi, dengan lurus dan berserah diri sedangkan aku bukan bagian dari orang musyrik.
Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan semesta alam.
Tiada sekutu baginya dan dengan itulah aku diperintahkan.
Dan aku termasuk bagian dari orang-orang muslim
Ya Allah, Engkau adalah Raja, tidak ada sesembahan yang haq kecuali Engkau.
Engkaulah Rabbku dan aku adalah hamba-Mu.
Aku telah menzalimi diriku, dan aku mengakui dosa-dosaku, maka ampunilah dosa-dosaku seluruhnya, sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau.
Tunjukilah aku kepada akhlak yang terbaik, tidak ada yang dapat menunjukkan kepada akhlak yang terbaik kecuali Engkau.
Dan palingkan/jauhkanlah aku darkejelekan akhlak dan tidak ada yang dapat menjauhkanku dari kejelekan akhlak kecuali Engkau.
Labbaika (aku terus-menerus menegakkan ketaatan kepada-Mu) dan saโdaik (terus bersiap menerima perintah-Mu dan terus mengikuti agama-Mu yang Engkau ridhai).
Kebaikan itu seluruhnya berada pada kedua tangan-Mu, dan kejelekan itu tidak disandarkan kepada-Mu. Aku berlindung, bersandar kepada-Mu dan Aku memohon taufik pada-Mu. Mahasuci Engkau lagi
Mahatinggi. Aku memohon ampun kepada-Mu bertaubat kepada Mu".
Mazhab Ulama Tentang Lafadz Doa Ifititah
Iftitah/Istiftah, doa Iftitah/doa Istiftah adalah empat istilah yang menunjuk satu makna yaitu dzikir yang dibaca sebagai pembuka shalat yang biasanya dibaca setelah setelah takbiratul ihram dan sebelum membaca taโawwudz dan surat Al-Fatihah, baik shalatnya sendirian ataupun berjamaah, menjadi imam ataupun menjadi makmum.
Di antara tujuh lafazh doa iftitah tersebut diatas yang masyhur, maka dalam pandangan madzhab Hanafi dan Hanbali, dan ini yang sering dipakai oleh Umar, Ibnu Masโud, Al-Auzaโi, Ats-Tsauri bahwa lafazh doa iftitah yang mereka pilih adalah lafazh doa yang diriwayatkan oleh Aisyah ra, yang berbunyi:
ุณูุจูุญูุงูููู ุงููููููู ูู ููุจูุญูู ูุฏููู ููุชูุจูุงุฑููู ุงุณูู ููู ููุชูุนูุงููู ุฌูุฏูููู ููููุง ุฅูููู ุบูููุฑููู
Subhanakallahumma wabihamdka watabarokasmuka wataala jadduka wala ilaha ghoiruka.
Sedangkan dalam panilaian madzhab Syafiโi (Al-Majmuโ; 3/321), walaupun semua redaksi doa tersebut bisa dibenarkan, namun mereka lebih memilih bahwa lafaz doa iftitah terbaik itu adalah seperti yang diriwayatkan oleh sahabat Ali bin Abi Thalib yang berbunyi:
ููุฌููููุชู ููุฌูููู ูููููุฐูู ููุทูุฑู ุงูุณููู ูููุงุชู ููุงููุฃูุฑูุถู ุญููููููุง ููู ูุง ุฃูููุง ู ููู ุงููู ูุดูุฑูููููู ุฅููู ุตูููุงุชูู ููููุณูููู ููู ูุญูููุงูู ููู ูู ูุงุชููู ูููููู ุฑูุจูู ุงููุนูุงููู ููููู ูุงู ุดูุฑููููู ูููู ย ููุจูุฐููููู ุงูู ูุฑูุชู ููุงูููุง ู ููู ุงููู ูุณูููู ููููู. ุงููููููู ูู ุงูููุชู ุงููู ูููููู ูุงู ุงููููู ุฅููุงููู ุงูููุชู ุฑูุจูููู ููุงูููุง ุนูุจูุฏููู ุธูููู ูุชู ููููุณููู ููุงุนูุชูุฑูููุชู ุจูุฐูููุจููู ููุงุบูููุฑู ูููู ุฐูููููุจููู ุฌูู ูููุนูุง ูุงู ููุบูููุฑู ุงูุฐููููููุจู ุงููุงูู ุงูููุชู ููุงููุฏููููู ููุงูุญูุณููููู ุงููุงูุฎูููุงูู ูุงู ููููุฏููู ููุงูุญูุณูููููุง ุฅููุงููู ุงูููุชู ููุงุตูุฑููู ุนูููููู ุณููููุฆูููุง ูุงู ููุตูุฑููู ุนูููููู ุณููููุฆูููุง ุงููุงูู ุงูููุชู ููุจูููููู ููุณูุนูุฏููููู ููุงููุฎููููุฑ ููููููู ุจูููุฏููููู ูููุงูุดููุฑูู ููููุณู ุงููููููู ุงูููุง ุจููู ููุงููููููู ุชูุจูุงุฑูููุชู ููุชูุนูุงููููุชู ุงูุณูุชูุบูููุฑููู ููุงูุชูููุจู ุงููููููู
โWajjahtu wajhiya lilladzi fatoros samawati wal ardh, hanifan wama ana minal musyrikin, inna sholati wanusuki wamahyaya wamamati lillahi robbil alamin, la syarikalahu wabidzalika umirtu wa ana minal muslimin. Allahumma antal malik, la ilaha illa anta robbi wa ana โabduka, zholamtu nafzi waโtaroftu bidzanbi, faghfirli dzunubi jamiโa, la yaghfiruz dzunuba illa anta, wahdini liahsanil akhlaq la yahdi li ahsaniha illa anta, washrif โanni sayyiโaha la yashrifu โanni sayyiโaha illa anta, labbaika wa saโdaika, wal khoiru kulluhu biyadaika, was syarru laisa ilaika, ana bika wa ilaika, tabarokta wa taโalaita, astaghfiruka wa atubu ilaikaโ.
Dan ada juga sebagian ulama yang membolehkan untuk menggabungkan banyak doa ifitah dalam satu waktu, semua lebih flexibel untuk dilakukan, sesuai dengan keinginan dan kondisi yang ada.ย
Hukum Membaca Doa Iftitah
Mayoritas ulama menilai bahwa membaca doa Iftitah ini hukumnya sunnah, baik sekali untuk dibaca pada shalat wajib atau sunnah, bagi imam dan makmum, shalat sendirian atau berjamah, sedang musafir ataupun tidak, baik shalatnya berdiri, duduk, ataupun berbaring, dst, jika dibaca akan mendapat pahala disisi Allah swt, jika ditinggalkan baik dengan sengaja atau karena lupa maka ย tidak berdosa dan shalatnya tetap sah, tanpa harus menggantinya dengan sujud sahwi diakhir shalat, jika setalah takbiratul ihram tidak sengaja langsung membaca Al-Fatihah tidak harus diulang dengan kembali membaca iftitah, Al-Fatihahnya boleh dilanjutkan saja.
Kesunnahan membaca doa iftitah ini berdasarkan keterangan banyak hadits yang nanti akan kita tuliskan dibagian akhir, insya Allah.
Namun dalam penilaian madzahab Maliki (Al-Mudawwanah: 1/62 ), membaca doa Iftitah malah tidak dianjurkan, bahkan dinilai makruh karena sudah memisahkan antara takbiratul ihram dengan Al-Fatihah, padahal menurut keterangan yang didapat sahabat Anas bin Malik beliau pernah shalat dibelakang Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, juga pernah shalat dibelakang Abu Bakr, Umar, dan Utsman dan kesemuanya membuka shalatnya dengan โAlhamdulillahi rabbil alaminโ (membaca Al-Fatihah).
Sehingga dari keterangan ini akhirnya disimpulkan dalam madzhab Maliki bahwa baik imam maupun makmum, ataupun mereka yang shalatnya munfarid/sendirian, maka hendaklah mereka semua setelah selesai dari takbiratu ihram langsung membaca surat Al-Fatihah, tidak harus membaca doa iftitah. (Al-Mudawwanah:1/62).ย
Wallahu Aโlam Bisshawab. (Tribun-Timur.com/ Sakinah Sudin)
| Bacaan Niat Lengkap Tata Cara Salat Asar/ Sholat Ashar |
|
|---|
| Niat beserta Tata Cara Salat/ Sholat Dhuha Lengkap |
|
|---|
| Bacaan Niat Lengkap Tata Cara Salat Asar/ Sholat Ashar Sendiri |
|
|---|
| Bacaan Surah Al Kahfi Ayat 1-10 serta Terjemahan, Lengkap Keutamaannya |
|
|---|
| Ada 25 Ahli Waris dalam Islam, Siapa Saja? Berikut Rincian Lengkapnya! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Bacaan-Doa-Iftitah-Pendek-Bahasa-Arab-dan-Latin-Lengkap-Artinya.jpg)