Haji 2025
Lepas Kloter 1 UPG Makassar di Makkah, Amirul Hajj: Semoga Jadi Haji Mabrur
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan seluruh jemaah telah menyelesaikan rangkaian puncak haji
Penulis: Mansur AM | Editor: Ari Maryadi
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKKAH - Amirul Hajj yang juga Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menyampaikan seluruh puncak haji berjalan lancar.
Hal itu disampaikan saat melepas kloter pertama jemaah haji dari Kloter 1 Embarkasi Makassar (UPG) di Hotel Moro Al Alameyah, Sektor 3 Makkah, Selasa (10/6/2026).
“Insyaallah, semuanya haji mabrur. Tanda haji mabrur ini akan tampak saat jamaah sudah berbaur dengan lingkungannya,” kata Nasaruddin.
Jemaah diberangkatkan dari Makkah menuju Madinah untuk pulang ke Tanah Air.
Ia mengatakan seluruh jemaah telah menyelesaikan rangkaian puncak haji.
Wukuf di Arafah telah dijalankan oleh seluruh jemaah haji Indonesia.
Termasuk 477 jemaah lansia, risiko tinggi, dan disabilitas.
Mereka mengikuti program Safari Wukuf dengan pengawalan khusus.
Jemaah yang dirawat atau wafat telah dibadalkan hajinya.
Setelah Arafah, jemaah menjalani mabit di Muzdalifah.
Sebagian jemaah mabit melintas tanpa turun (murur) karena kondisi khusus.
Selanjutnya, jemaah melaksanakan mabit dan lontar jumrah di Mina.
Jemaah Nafar Awal kembali ke hotel pada 12 Zulhijjah.
Sementara Nafar Tsani kembali ke hotel pada 13 Zulhijjah.
Setelah itu, jemaah menuntaskan haji dengan thawaf ifadlah di Masjidil Haram.
Menag menyatakan seluruh jemaah kini telah berada kembali di Makkah.
Tahapan puncak haji Armuzna dinyatakan selesai.
Ia berharap seluruh jemaah sehat dan meraih haji mabrur.
Menag mengakui ada sejumlah tantangan selama fase Armuzna.
Di antaranya, pemisahan hotel jemaah dan keterlambatan evakuasi di Muzdalifah.
Evakuasi sempat tertunda akibat kemacetan lalu lintas.
Proses evakuasi baru rampung pukul 09.40 WAS.
Ia menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan tersebut.
“Kami meminta maaf atas keterlambatan di Muzdalifah. Ada kemacetan yang di luar prediksi. Kondisi serupa juga dialami jemaah negara lain,” kata Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta ini.
Kemacetan terjadi karena jalur taraddudi padat luar biasa.
Menag mengapresiasi pernyataan Menteri Haji Arab Saudi, Taufiq Alrabiah.
Ia menyebut pelaksanaan haji tahun ini lebih baik dari sebelumnya.
Ada perbaikan fasilitas, infrastruktur, air, dan layanan kesehatan.
Angka kematian jemaah juga lebih rendah dari tahun lalu.
Penyelenggaraan haji Indonesia tahun ini juga diwarnai inovasi baru.
Salah satunya penurunan rata-rata BPIH menjadi Rp89,4 juta.
Pemerintah juga melibatkan delapan Syarikah untuk layanan haji.
Penyembelihan Dam tahun ini dilakukan melalui dua jalur resmi.
Yakni Program Adahi di Saudi dan Baznas di Indonesia.
Tercatat Rp21,29 miliar dana Dam dikumpulkan melalui Baznas.
Ekspor bumbu nusantara juga meningkat menjadi 70 ton.
Pemulangan jemaah gelombang pertama berlangsung 11–25 Juni 2025.
Sebanyak 266 kloter dipulangkan melalui Bandara Jeddah.
Namun, delapan kloter dipulangkan melalui Bandara Madinah.
Hari ini, Menag melepas kloter UPG 01 dari Syisyah ke Madinah.
Jemaah akan terbang dari Bandara Madinah pada 11 Juni 2025 dan dijadwalkan tiba di Tanah Air, Rabu siang atau paling lambat malam ini
Jemaah gelombang kedua akan bergeser ke Madinah mulai 18 Juni.
Pemulangan gelombang kedua akan berlangsung hingga 10 Juli 2025.
Menag menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat.
Ia juga mengapresiasi kerja keras petugas haji dan insan media.
Terakhir, ia mendoakan seluruh jemaah meraih haji mabrur.(Media Centre Haji/Mansur Amirullah)
Menag Nasaruddin Umar Minta Maaf atas Layanan Haji 2025 |
![]() |
---|
Foto-foto Kloter Terakhir Jamaah Haji Tinggalkan Madinah, Petugas: Semoga Mabrur Semua |
![]() |
---|
Cerita Jamaah Haji Jalan Kaki dari Musdalifah ke Mina Sejauh 3 KM saat Suhu 48 Derajat |
![]() |
---|
Wakil Bupati Jemput 360 Jemaah Haji Asal Wajo di Asrama Haji Sudiang |
![]() |
---|
'Tukang Bubur Naik Haji' Asal Pomala Berat Tinggalkan Tanah Suci, Tiba 7 Juli di Makassar |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.