Haji 2025
Nafar Awal Tiga Trip, Petugas Haji Sweeping Tenda Pastikan Tak Ada Tertinggal
Kepala Satuan Operasional Armuzna, Harun Ar Rasyid, memimpin langsung proses evakuasi jemaah.
Penulis: Mansur AM | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKKAH – Pelaksanaan Nafar Awal mulai dilakukan Minggu, 8 Juni 2025.
Hari itu bertepatan dengan 12 Zulhijah 1446 Hijriah.
Kepala Satuan Operasional Armuzna, Harun Ar Rasyid, memimpin langsung proses evakuasi jemaah.
Ia menyebut pergerakan jemaah dilakukan dalam tiga gelombang.
Langkah ini untuk menghindari penumpukan dan risiko akibat cuaca panas.
"Alhamdulillah hari ini kita mulai Nafar Awal," kata Harun di Mina.
Ia menyampaikan hal itu saat diwawancarai di kawasan Jamarat.
Pergerakan jemaah dimulai pukul 07.15 WAS.
Kloter pertama yang diberangkatkan adalah Kloter 60 Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS).
Pemberangkatan dilakukan dari Maktab 42 Mina.
Selanjutnya, trip kedua dan ketiga dilakukan siang dan sore hari.
Harun meminta jemaah bersabar menunggu di tenda masing-masing.
“Kalau belum jadwalnya, jangan keluar dari tenda,” tegas Harun.
Suhu di Mina sangat panas dan berisiko bagi jemaah.
Ia mengingatkan agar tidak berkumpul menunggu di luar tenda.
Menurutnya, hal itu justru menimbulkan kerawanan baru.
Evakuasi jemaah ditargetkan rampung pukul 16.30 WAS.
Sementara Nafar Tsani dijadwalkan Senin 9 Juni 2025.
Evakuasinya juga dilakukan dalam tiga gelombang terjadwal.
Harun juga menyampaikan jadwal sweeping tenda.
Sweeping dilakukan pada 13 Zulhijah 1446 H.
Tim ad-hoc akan menyisir seluruh area tenda.
Pemeriksaan juga mencakup kamar mandi dan area belakang tenda.
“Bukan hanya lihat jemaah, tapi juga periksa seluruh isi tenda,” ujarnya.
Barang tertinggal akan dikumpulkan di satu titik.
Kemudian, barang-barang itu dikirim ke sektor masing-masing.
Transportasi khusus disiapkan untuk membawa barang tersebut.
“Dikumpulkan, lalu dibawa ke daker untuk distribusi,” jelasnya.
Sebagai antisipasi, skenario evakuasi juga disiapkan.
Koordinasi dilakukan bersama otoritas keamanan Arab Saudi.
“Kita siapkan skenario untuk delay dan kepadatan,” ujar Harun.
Menurutnya, hal ini penting untuk mencegah kekacauan di lapangan.
Harun juga mengapresiasi berbagai inovasi pelayanan haji tahun ini.
Mulai dari aspek keamanan, transportasi, hingga katering di Mina.
“Inovasinya luar biasa, demi kenyamanan dan keamanan jemaah,” katanya.
Hal itu terlihat dari sistem pengamanan dan pelayanan tahun ini.
Menutup keterangannya, Harun mengingatkan soal thawaf ifadah.
Ia mengimbau jemaah tidak langsung ke Masjidil Haram.
Masjid masih sangat padat hingga dua hari ke depan.
“Utamakan istirahat dulu, jangan buru-buru thawaf,” pesan Harun.
Terutama untuk jemaah lanjut usia, agar didampingi saat berangkat.
Imbauan ini demi keselamatan dan kelancaran ibadah berikutnya.(Media Centre Haji/Mansur Amirullah).
| Antrean Haji Bantaeng Paling Lama, Kementerian Haji akan Disamaratakan 26,4 Tahun |
|
|---|
| Menag Nasaruddin Umar Minta Maaf atas Layanan Haji 2025 |
|
|---|
| Foto-foto Kloter Terakhir Jamaah Haji Tinggalkan Madinah, Petugas: Semoga Mabrur Semua |
|
|---|
| Cerita Jamaah Haji Jalan Kaki dari Musdalifah ke Mina Sejauh 3 KM saat Suhu 48 Derajat |
|
|---|
| Wakil Bupati Jemput 360 Jemaah Haji Asal Wajo di Asrama Haji Sudiang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Jamaah-Haji-full-senyum-meninggalkan-tenda-Mina-menuju-ke-Makkah.jpg)