Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Idul Adha 1446 H

Diaspora Indonesia Rayakan Iduladha Penuh Kehangatan di Kurashiki

Iduladha di Okayama, Jepang, jadi momen hangat diaspora Indonesia. Tak ada kurban, tapi semangat kebersamaan tetap kuat di Masjid Indonesia Kurashiki.

Citizen Reporter/Muhammad Reza Hasrul
LEBARAN DI JEPANG - Diaspora Indonesia di Okayama merayakan Iduladha 1446 H di Masjid Indonesia Kurashiki, Sabtu (7/6/2025), dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan. 

TRIBUN-TIMUR.COM, KURASHIKI – Sabtu pagi, 7 Juni 2025, menjadi momen hangat dan penuh makna bagi kami sekeluarga, diaspora Indonesia yang sedang menempuh studi di Okayama University.

Pagi itu, kami berangkat ke Masjid Indonesia Kurashiki (MIK) untuk mengikuti Salat Iduladha 1446 H. 

Acara ini dikoordinasi oleh Komunitas Muslim Indonesia di Okayama (KMIO), organisasi yang berdiri sejak 2009 dan menjadi rumah kedua bagi pekerja, pelajar, serta keluarga Muslim Indonesia di Prefektur Okayama.

Meski jauh dari kampung halaman dan tanpa penyembelihan hewan kurban, suasana kekeluargaan dan semangat kebersamaan sangat terasa. 

Wajah-wajah penuh rindu pada tanah air tetap berseri dalam kehangatan ukhuwah Islamiyah.

Masjid Indonesia Kurashiki bukan sekadar tempat salat. 

Ia adalah hasil perjuangan kolektif umat Muslim Indonesia, dibangun melalui donasi dan semangat gotong royong. 

Masjid ini resmi dimiliki oleh Yayasan Masjid Indonesia Kurashiki, yang dipimpin Bapak Kurnianto.

MIK dibeli pada 2022 berkat dukungan umat dan saudara Muslim dari berbagai negara. 

Proses pendiriannya mencerminkan kekuatan solidaritas dan semangat menjaga cahaya Islam di tanah rantau.

Kurashiki sendiri dikenal sebagai destinasi wisata unggulan di Prefektur Okayama. 

Kawasan Bikan Historical Quarter yang ikonik menghadirkan kanal tradisional zaman Edo, rumah klasik, serta museum seperti Ohara Museum of Art dan Kojima Jeans Street.

Pemerintah Kota Kurashiki turut mendukung keberagaman dengan menyediakan ruang salat di kawasan wisata, memudahkan umat Muslim menjalankan ibadah di ruang publik.

Sebagai diaspora, saya merasa memiliki tanggung jawab moral dan spiritual untuk memakmurkan MIK. 

Sebab, ketika sebuah bangunan menjadi masjid, maka sejak itu ia menjadi rumah umat. 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved