Ekonom Prof Marsuki Sebut Penurunan BI Rate Bakal Pacu Pertumbuhan Ekonomi
Diketahui, Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,5 persen.
Penulis: Rudi Salam | Editor: Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pengamat Ekonomi dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof Marsuki DEA menilai penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI Rate bakal memacu pertumbuhan ekonomi.
Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,5 persen.
Keputusan ini diambil dalam Rapat Dewan Gubernur BI yang digelar pada 20 hingga 21 Mei 2025.
“Penurunan BI rate tampaknya mengindikasikan akan adanya tren perkembangan perekonomian ke depan yang akan lebih baik, terutama untuk menstimulus pertumbuhan ekonomi agar lebih tinggi,” kata Prof Marsuki, saat dihubungi Tribun-Timur.com, Rabu (21/5/2025).
Menurut Prof Marsuki, kebijakan penurunan BI Rate ini didasarkan pada membaiknya beberapa indikator makro ekonomi dan keuangan nasional.
Seperti rendah dan stabilnya volatilitas inflasi dan nilai tukar Rupiah, tingkat pengangguran dan kemiskinan membaik.
Termasuk membaiknya arus barang lintas wilayah, serta cenderung membaiknya tren kepercayaan konsumen dan produsen.
Sehingga diharapkan para pelaku ekonomi bisa lebih optimis menyikapi perkembangan perekonomian yang masih dalam kondisi ketidakpastian.
“Atau sekurang-kurangnya memberi sinyal ke pasar sektor riel dan pasar keuangan, bahwa otoritas momlneter khususnya percaya tren perekonomian akan lebih membaik ke depannya,” jelas Prof Marsuki.
Lebih lanjut, ia menyebut penurunan BI Rate juga berdampak terdongkraknya perilaku konsumsi dan produksi.
Hal ini pun akan menggerakkan aktivitas dan produktivitas sektor riel dan transaksi keuangan masyarakat.(*)
| Profil Suhardi Duka Gubernur Sulbar Berani Sindir Prof Zudan Kepala BKN RI, Ada Apa? |
|
|---|
| Unhas Sudah Tetapkan Jadwal WFH, Kuliah Cuma 4 Hari |
|
|---|
| Mei 2026: Pesta Besar Alumni Unhas Segera Dimulai |
|
|---|
| WFH Turunkan Produktivitas, Sosiolog Unhas Ungkap Penyebabnya |
|
|---|
| WFH Berpotensi Ciptakan Long Weekend dan Kesenjangan Sosial |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/BI-RATE-Pengamat-Ekonomi-Unhas-Prof-Marsuki-DEA-kiri-memaparkan.jpg)