Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Adu Kehebatan ST Burhanuddin dan Leonard Eben Ezer Eks Kajati Sulsel, Siapa Terkaya?

Dua sosok petinggi Kejaksaan itu kini jadi perhatian setelah munculnya isu pergantian Jaksa Agung.

Tayang:
Editor: Ansar
Kolase Tribun-timur.com
JAKSA AGUNG - Adu kehebatan ST Burhanudin dan Leonard Eben Ezer. Dua sosok petinggi Kejaksaan itu kini jadi perhatian setelah munculnya isu pergantian Jaksa Agung. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Adu kehebatan ST Burhanudin dan Leonard Eben Ezer.

Dua sosok petinggi Kejaksaan itu kini jadi perhatian setelah munculnya isu pergantian Jaksa Agung.

Beredar kabar Jaksa Agung, Sanitiar Burhanuddin bakal diganti pekan depan. 

Informasinya pun sudah sampai ke redaksi media, Minggu (18/5/2025). 

Calon penggantinya adalah Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel, Leonard Eben Ezer.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Harli Siregar, membantah kabar tersebut.

Harli dengan tegas menyampaikan informasi itu tidak benar.

"Itu berita hoaks," ujarHarli saat dikonfirmasi wartawwan pada Minggu (18/5/2025).

Profil ST Burhanudin

Profil ST Burhanudin menjadi sorotan setelah kembali ditunjuk menjadi Jaksa Agung oleh Presiden Republik Indonesia 2024-2029 Prabowo Subianto.

Pengumuman Burhanuddin menjadi anggota Kabinet Merah Putih pemerintahan Presiden Prabowo Subianto-Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka disampaikan di Istana Negara, Jakarta, Minggu (20/10/2024).

ST Burhanuddin dilahirkan di Cirebon pada 17 Juli 1954.

Dia adalah sosok yang mengabdikan hidupnya di dunia hukum.

Setelah menyelesaikan pendidikan hukum pidana di Universitas Diponegoro pada 1983, ia melanjutkan pendidikan magister manajemen di Universitas Indonesia pada 2001 dan meraih gelar doktor dari Universitas Satyagama pada 2006.

Karier adik politikus PDI-P TB Hasanuddin itu di Kejaksaan Agung dimulai pada 1991 setelah menyelesaikan Pendidikan Pembentukan Jaksa.

Ia meniti kariernya dengan menduduki berbagai posisi penting, termasuk Kepala Kejaksaan Negeri di Jambi dan Cilacap, hingga Asisten Pengawasan di Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.

Pada 2010, ia diangkat menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan.

Namanya semakin dikenal saat menjabat sebagai Jaksa Agung Muda bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (JAMDatun), di mana ia berhasil menangani kasus Yayasan Supersemar dengan nilai aset mencapai Rp 4,4 triliun.

 Pada 2019, ia diangkat sebagai Jaksa Agung menggantikan Muhammad Prasetyo. Selain berkarier di Kejaksaan, ST Burhanuddin juga menjabat sebagai Komisaris Utama PT Hutama Karya (Persero) sejak 2015.

Harta kekayaan

Menurut Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada 2022, Burhanuddin memiliki total kekayaan sebesar Rp 10,8 miliar.

Kekayaannya terdiri dari dua tanah dan bangunan di Bandung Barat dan Tangerang Selatan senilai Rp 4,6 miliar, serta dua kendaraan, yaitu Toyota Celica Minibus 2002 dan Hummer Minibus 2010.

Selain itu, ia memiliki harta bergerak senilai Rp 353 juta dan kas sebesar Rp 5,1 miliar.

Dalam laporan tersebut, Burhanuddin tidak memiliki utang.

Bisa Bahasa Makassar

Kepala Kejaksaan Agung (kejagung) ST Burhanuddin blak-blakan mengungkapkan kepribadiannya yang tidak diketahui banyak orang. Salah satunya soal kelebihannya yang bisa menguasai banyak bahasa daerah.

Meski lahir di Cirebon dan besar di Magelang, Burhanuddin mengakui bahwa dirinya menguasai delapan bahasa daerah.

"Saya lahir di Cirebon, saya gede di Magelang mulai dari SMP-SMA, saya di Cirebon cuma sampai SD tapi saya bisa bahasa Sunda. Saya mengusai 8 bahasa daerah yang bisa, Jawa, Sunda, Palembang, Padang, Aceh dikit, Aceh itu bahasa pendek-pendek, Makassar bisa," katanya. 

Burhanuddin mengakui kemampuannya menguasai delapan bahasa daerah dikarenakan tuntutan dari pekerjaan sebagai jaksa yang membuatnya harus berdinas di sejumlah Kejaksaan ketika menangani berbagai kasus. 

 Jaksa Agung ST Burhanuddin saat upacara Hari Bhakti Adhyaksa ke-61 yang digelar secara daring, Kamis (22/7/2021). (Dokumen Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung)
"Itu karena tugas keliling. Jaksa kalau di persidangan itu kalau tersangka penduduk sana, mau gak mau harus bisa bahasannya," ujar Jaksa Agung ST Burhanuddin.

Bukan hanya mengungkapkan soal bahasa daerah yang dikuasai, Burhanuddin juga mengungkapkan karakter aslinya yang tidak mencerminkan penampilan tegasnya di depan publik.

Pemilik nama lengkap Sanitar Burhanuddin itu mengaku sosok yang tidak pernah marah kepada para pegawainya.

"Saya itu tidak pernah marah, kalau saya marah kerjaan saya ambil alih. Saya konsep sendiri, saya ketik sendiri, baru itu marah. Tapi itu dulu, memang saya wajah sangar, tapi saya halus," tuturnya.

Soal penampilannya yang khas dengan kumisnya yang tebal, Burhanuddin mengatakan bahwa kumis tersebut sangat membuatnya percaya diri.

"Kalau saya enggak ada kumisnya itu saya culun, waktu masih pendidikan pertama masuk enggak ada kumisnya. Saya kelihatan culun kalau gak ada kumis," tuturnya lagi.

Profil Leonard Eben Ezer

Leonard Eben Ezer lahir di Tapanuli yang merupakan suku Batak, terletak di sebuah kawasan yang meliputi pesisir pantai barat Sumatra Utara hingga pesisir Danau Toba.

Namun, Leonard Eben Ezer Simanjuntak tak besar di sana, dia besar di Tarakan, Kalimantan Timur, Sukabumi dan Karawang.

Dia memiliki dua anak, laki-laki dan perempuan.

Perempuan telah bekerja, sementara anak laki-lakinya masih duduk di bangku kuliah.

Leonard Eben Ezer Simanjuntak sebelumnya Dinas di Banten menjadi Kajati Banten selama setahun lamanya. Ia juga pernah menjadi Kepala Pusat Penerangan Hukum atau juru bicara Jaksa Agung (Kejagung) RI.

 Kapuspenkum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simajuntak. (tribunnews.com)
Tak hanya itu, ia juga sebelumnya pernah tugas di Papua Barat sebagai Wakil Kepala Kajati, dan selama bertugas selama 31 lamanya di dunia kejaksaan, ia baru kali ini bertugas di Makassar.

“Saya memang betul tidak pernah di Makassar hanya transit, karena dua kali saya berdinas di wilayah Papua yaitu Papua induk dan Papua Barat, jadi hanya transit pak, hanya untuk makan Coto Makassar,” kata Leonard Eben Ezer Simanjuntak beberapa waktu lalu, di Rujab Gubernur Sulsel.

“Kami harus menjunjung tinggi adat istiadat yang ada di wilayah Sulsel, oleh karena itu, bapak Gubernur, para tokoh, Bupati, Wali Kota, mohon kami diberikan informasi kami diberikan bimbingan, agar kami tidak salah langkah dalam melaksanakan tugas kami, khususnya terkait terhadap adat dan budaya yang ada di Sulsel,” lanjutnya.

Saat ini, Leonard Eben Ezer bertugas sebagai kepala pusat Diklat Kejaksaan. 

Harta Kekayaan Leonard Eben Ezer Simanjuntak

Diketahui, Kajati Sulsel Leonard Eben Ezer Simanjuntak dilantik Selasa (7/2/2023).

Leonard Eben Ezer Simanjuntak dilantik berdasar surat keputusan Jaksa Agung RI Nomor: 19/2023, tertanggal 25 Januari 2023.

Leonard Eben Ezer Simanjuntak dilantik oleh Jaksa Agung RI ST Burhanuddin di di Kantor Kejaksaan Agung RI, Jl Sultan Hasanuddin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Leonard Eben Ezer Simanjuntak menggantikan pejabat lama Kejati Sulsel R Febrytrianto.

Lalu berapa harta kekayaan Leonard Eben Ezer Simanjuntak?

Dari data laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN), Leonard mempunyai kekayaan senilai Rp2.678.832.127.

Harta berupa kekayaan tanah bangunan, kendaraan, serta harta lainnya.

Tanah dan bangunan seluas 188 m2/300 m2 di Jakarta Selatan, hibah tanpa akta Rp 928.344.000.

Kemudian, Leonard mempunyai dua alat tranformasi dengan total nilai Rp 510.000.000.

Pertama, mobil Nissan Grand Livina minibus tahun 2008, hasil sendiri Rp 130.000.000.

Kedua, mobil Honda Micro tahun 2017, hasil sendiri Rp 380.000.000.

Harga bergerak lainnya Rp 73.000.000.

Lalu, kas dan setara kas Rp 1.167.488.127. Hutang nihil.

Harta kekayaan Kapala Kajati Sulsel ini berbanding terbalik dengan Kepala Kajari Makassar Andi Sundari.

Andi Sundari memiliki harta yang cukup fantastis dengan total kekayaan senilai Rp 7 miliar.

Data harta tanah dan bangunan total Rp 5.453.900.000.

Alat transportasi dan mesin kepunyaan Andi Sundari dengan total harta Rp 329.000.000.

Harta bergerak lainnya Rp 130.850.000.

Surat berharga Rp. 32.000.000.

Kas dan setara kas Rp 1.095.380.204.

Harta lainnya Rp 112.000.000. (*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved