Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

BM 400 Boarding School Hadirkan Pendidikan Internasional Berbasis Nilai Islam dan Nasionalisme

Open House dirangkaikan bedah buku berjudul "Sang Inovator Pendidikan, Dakwah".

Tayang:
Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM / RENALDI
BM400 - Suasana open house dan bedah buku oleh Manajemen BM400 di Hotel Aryaduta, Jl Somba Opu, Kota Makassar, Sabtu (10/5/2025). Manajamen BM 400 hadirkan pendidikan internasional. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR — Bakti Mulia (BM) 400 Boarding School hadirkan pendidikan internasional berbasis nilai Islam, di Hotel Aryaduta, Jl Somba Opu, Kota Makassar, Sabtu (10/5/2025).

Manajamen BM 400 hadir di Kota Makassar dalam kegiatan open house.

Mereka memperkenalkan BM 400 Boarding School kepada masyarakat Kota Makassar.

Open House dirangkaikan bedah buku berjudul "Sang Inovator Pendidikan, Dakwah".

Hadir Guru besar UNM Prof Jasruddin dan mantan Dekan Fakultas Kesehatan Unibos, dr Alwi A Mappiasse.

Ketua Pelaksana Harian BM 400, Dr Sutrisno Muslimin, mengatakan jika Sekolah B400 kini menjadi salah satu sekolah pilihan di Jakarta dengan mengusung konsep pendidikan internasional yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dan nasionalisme.

“Sekolah ini menggunakan kurikulum internasional, yaitu IB dan Cambridge, dan tetap menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada seluruh siswanya,” katanya.

Sekolah B400, merupakan hasil inisiasi para pejuang dan pengusaha, dengan harapan dapat mencetak generasi pemimpin bangsa. 

“Kami ingin melahirkan orang-orang yang nantinya menarik gerbong kehidupan, menjadi pemimpin, dan mewarnai kehidupan di Indonesia,” ungkapnya.

Menariknya, Sekolah B400 mengusung konsep boarding school dengan sistem yang berbeda. 

Di mana, tempat tinggal siswa tidak berada di dalam pekarangan sekolah, melainkan berada di luar sekolah dan setiap hari diantar jemput.

“Kami ingin siswa tetap memiliki titik berangkat, agar mereka tidak jenuh dan tetap merasakan pengalaman berangkat sekolah seperti anak-anak lainnya,” ujarnya.

Meski berada di luar lingkungan sekolah, kata Sutrisno, siswa B400 tetap menjalani kehidupan disiplin khas asrama. 

“Mereka wajib sholat, belajar bahasa Inggris, bangun jam 4.30 pagi, dan mengikuti serangkaian kegiatan harian secara teratur,” jelasnya.

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved