Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Haji 2025

Tips Penting Jamaah Haji Indonesia Akan Masuk Makkah

Jamaah haji Indonesia bersiap menuju Makkah 10–11 April. Perlengkapan, cuaca panas, dan pemeriksaan visa jadi perhatian utama.

Penulis: Mansur AM | Editor: Sukmawati Ibrahim
Media Centre Haji Indonesia
HAJI 2025 - Petugas mendampingi jamaah lansia di Madinah, Kamis (8/5/2025). Suhu ekstrem dan cuaca kering jadi tantangan selama pelaksanaan ibadah haji. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKKAH - Jamaah haji Indonesia dijadwalkan bergerak menuju Makkah pada 10–11 April 2025. 

Saat ini, mereka masih berada di Madinah.

Sebelum berangkat, ada beberapa perlengkapan penting wajib dibawa. 

Kantor Urusan Haji (KUH) Indonesia telah menyiapkan layanan penyambutan. 

Layanan ini akan mengawal jamaah dari Madinah menuju Makkah.

"Semua sudah kami persiapkan," ujar Staf KUH Indonesia, Nasrullah Jasam, Rabu (7/5/2025) di kantor Daker Makkah.

Mayoritas jamaah Indonesia memilih haji tamattu. Mereka akan melaksanakan umrah wajib lebih dahulu. 

Miqat dilakukan di Dzulhulaifah atau Bir Ali, sekitar 9 km dari Madinah. 

Karena itu, kain ihram harus sudah dipakai sejak dari sana.

Dokumen penting seperti paspor, visa haji, dan kartu Nusuk juga wajib dibawa. 

Pemeriksaan akan dilakukan sebelum jamaah memasuki wilayah Makkah.

Saat ini, jamaah haji Indonesia terus berdatangan ke Madinah melalui Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA).

Data Siskohat hingga Kamis (8/5) pukul 10.00 Waktu Arab Saudi (WAS) atau sekitar 14.00 WIB mencatat, 125 kelompok terbang (kloter) telah tiba di Madinah. 

Angka ini setara 23,81 persen dari total 525 kloter.

Jumlah jamaah yang telah diberangkatkan mencapai 48.628 orang, atau 23,92 persen dari total kuota nasional 203.320 orang. 

Dari jumlah tersebut, 10.424 merupakan jamaah lansia. Artinya, 21,44 persen dari yang telah tiba termasuk kelompok lanjut usia. 

Hal ini menunjukkan semangat luar biasa di tengah tantangan cuaca ekstrem.

Hari ini saja, hingga pukul 10.00 WAS, terdapat 10 kloter telah diberangkatkan dengan total 3.875 jamaah, termasuk 873 jamaah lansia. 

Keberangkatan dimulai dari Kloter SOC 24 (Solo) dengan pesawat Garuda Indonesia GA 6124 dan ditutup oleh Kloter SUB 22 (Surabaya) yang menggunakan Saudi Airlines SV 5253, dijadwalkan terbang pukul 21.00 WAS atau sekitar 01.00 WIB.

Namun, duka menyelimuti pelaksanaan haji tahun ini. Seorang jamaah asal Banjarnegara bernama Daimah dilaporkan wafat, menjadikannya satu-satunya jamaah yang meninggal selama fase pemberangkatan.

Cuaca Madinah Makin Panas, Angin Kencang dan Udara Kering

Laporan AccuWeather menyebutkan suhu di Madinah pada Kamis (8/5) kembali ekstrem. 

Suhu tertinggi diprediksi mencapai 41°C, dengan suhu malam tetap hangat di 27°C.

Hingga pukul 09.36 WAS, suhu tercatat 33°C dengan kelembapan hanya 12 persen. 

Kondisi ini sangat kering dan berisiko menyebabkan dehidrasi.

Kecepatan angin mencapai 23 km/jam dari arah barat daya, cukup kencang dan membawa debu kering yang memperburuk rasa panas.

Indeks UV berada di level 6 dari skala 11, yang berarti paparan sinar matahari tetap berbahaya, terutama bagi lansia dan anak-anak. 

Tekanan udara stabil di 1.014,2 mb. Jarak pandang 9,66 km menunjukkan langit cukup cerah, meski debu tipis masih mungkin muncul.

Prakiraan menyebutkan suhu tertinggi 41°C akan terjadi pada sore hari. 

Pagi dan malam berada di kisaran 29–34°C. Tidak ada potensi hujan, dengan peluang presipitasi hampir nol persen.

Petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mengimbau jamaah, khususnya lansia, untuk membatasi aktivitas di luar ruangan pada siang hari. 

Gunakan pelindung diri dari panas dan pastikan asupan cairan tetap terjaga.

Jarak hotel ke Masjid Nabawi berkisar 650–850 meter. Jamaah disarankan memanfaatkan jarak ini dengan bijak dan tidak tergesa-gesa.

Pengawasan Ketat dan Antisipasi Panas Ekstrem

Menuju Makkah, terdapat dua pos pemeriksaan polisi. Petugas akan memeriksa visa haji semua jamaah, guna memastikan tidak ada yang masuk tanpa izin. 

Pengawasan ini juga berlaku bagi petugas haji.

Petugas yang tiba di Jeddah pada Rabu (7/5/2025) turut diperiksa. 

Pemeriksaan mencakup dokumen sopir kendaraan pengangkut jamaah. 

Hanya jamaah yang berizin yang diizinkan masuk ke Makkah.

Cuaca panas ekstrem menjadi tantangan tambahan. Suhu di Makkah dan sekitarnya sering mencapai 41°C.

Jamaah disarankan membawa botol semprot air untuk mendinginkan tubuh, dan minum air secara teratur untuk mencegah dehidrasi. 

Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) menyarankan minum seteguk setiap 10 menit.

Larutan oralit juga dianjurkan untuk mengganti elektrolit yang hilang karena keringat. 

Jika mengalami lemas, pusing, atau mual, segera lapor ke petugas. Gejala ini bisa mengindikasikan dehidrasi atau heat stroke.

Jamaah juga diimbau membawa tas sandal saat ke Masjidil Haram. 

Gunakan payung atau topi untuk melindungi dari sinar matahari saat di luar ruangan.

Hingga Kamis (8/5/2025), area thawaf di Masjidil Haram mulai dipadati jamaah dari Bangladesh, Pakistan, dan Turki yang sudah tiba di Makkah. (*)

 

 

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved