Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Stok Beras Melimpah, Bulog Sulselbar Terpaksa Sewa 119 Gudang Tambahan

Kepala Bulog Sulselbar Fahrurozi mengungkap bahwa stok beras di gudang Bulog saat ini telah mencapai angka 437 ribu ton.

Penulis: Erlan Saputra | Editor: Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM/Erlan Saputra
RDP BULOG - Kepala Perum Bulog Wilayah Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) Fahrurozi usai RDP bersama Komisi B DPRD Sulsel di Lantai 4 Gedung DPRD Sulsel, Jl Urip Sumoharjo Makassar, Selasa (29/4/2025) siang. Kepala Bulog Sulselbar Fahrurozi mengungkap bahwa stok beras di gudang Bulog saat ini telah mencapai angka 437 ribu ton. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kepala Perum Bulog Wilayah Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar), Fahrurozi, membeberkan kondisi riil stok beras yang saat ini menumpuk.

Bahkan melebihi kapasitas gudang yang dimiliki Bulog Sulselbar.

Hal itu ia sampaikan dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi B DPRD Sulsel yang berlangsung di Gedung DPRD Sulsel, Selasa (29/4/2025). 

Dalam kesempatan itu, Fahrurozi mengungkap bahwa stok beras di gudang Bulog saat ini telah mencapai angka 437 ribu ton.

"Total kapasitas gudang Bulog itu hanya sekitar 400 ribu ton, dengan kapasitas operasional maksimal 354 ribu ton. Saat ini stok sudah 437 ribu ton, artinya kita mengalami over kapasitas,” ujar Fahrurozi di Gedung DPRD Sulsel

Menghadapi kondisi tersebut, Bulog Sulselbar terpaksa mengambil langkah taktis dengan menyewa 119 gudang tambahan. 

Langkah ini diambil untuk tetap bisa melakukan penyerapan hasil panen petani, terutama di masa panen raya seperti sekarang.

Baca juga: DPRD Sulsel Curigai Gudang Bulog Dipenuhi Beras Impor

BERAS IMPOR - Kepala Perum Bulog Wilayah Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) Fahrurozi hadiri RDP bersama Komisi B DPRD Sulsel di Lantai 4 Gedung DPRD Sulsel, Jl Urip Sumoharjo Makassar, Selasa (29/4/2025) siang. DPRD Sulsel curiga gudang bulog masih dipenuhi beras impor.
BERAS IMPOR - Kepala Perum Bulog Wilayah Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) Fahrurozi hadiri RDP bersama Komisi B DPRD Sulsel di Lantai 4 Gedung DPRD Sulsel, Jl Urip Sumoharjo Makassar, Selasa (29/4/2025) siang. DPRD Sulsel curiga gudang bulog masih dipenuhi beras impor. (TRIBUN-TIMUR.COM/Erlan Saputra)

"Kami sewa 119 gudang untuk mengatasi over stok. Kapasitas gudang sewa itu mencapai sekitar 200 ribu ton. Jadi dengan tambahan ini, kita tetap bisa melanjutkan penyerapan,” jelas Fahrurozi.

Ia juga mengungkap, produksi gabah di Sulsel hingga April 2025 sudah menyentuh angka 2,6 juta ton. 

Namun, sarana pengeringan atau dryer masih menjadi kendala karena ketersediaannya belum memadai.

“Sarana pengeringan se-Sulsel hanya sekitar 22 ribu ton per hari. Ini sangat kurang. Maka perlu ada kerja sama dan perhatian untuk membangun pengeringan di wilayah sentra panen,” ucapnya.

Terkait penyerapan gabah, Fahrurozi menjelaskan bahwa dari total target 2 juta ton, Bulog Sulsel baru menyerap sekitar 320 ribu ton, atau baru sekitar 20 persen dari target penyerapan.

“Target penyerapan kita itu 45 persen. Saat ini baru mencapai sekitar 20 persen. Ini terus kita dorong, dan gudang sewa sangat membantu untuk percepatan penyerapan di lapangan,” tutupnya.(*)

 

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved