Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Musda Golkar

Musda Golkar Ditunda, Rahman Pina Temui Bahlil Lahadalia

Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Sulsel, Rahman Pina menemui Ketua Umum DPP Golkar, Bahlil Lahadalia.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Muh Hasim Arfah
Istimewa
RP TEMUI BAHLIL- Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) sekaligus Plt Ketua Partai Golkar Barru, Rahman Pina (kiri) duduk semeja dengan Bahlil di Jakarta pada awal Januari 2026 lalu. Pertemuan ini berlangsung sebelum Muhidin umumkan Musda Golkar Sulsel tak jadi digelar pada Januari 2026. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Jadwal Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan belum jelas hingga saat ini. 

Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Sulsel, Rahman Pina menemui Ketua Umum DPP Golkar, Bahlil Lahadalia di Jakarta.

Pertemuan tersebut berlangsung pada 5 Januari 2026.

Momentum itu hanya berselang sehari sebelum Plt Ketua Golkar Sulsel, Muhidin M Said umumkan Musda ditunda.

Pertemuan Rahman Pina dan Bahlil sontak mencuat ke ruang publik melalui unggahan Sekretaris Bidang Ekonomi DPP Golkar, Abdul Farisi, di media sosial. 

Dalam foto tersebut, Rahman Pina tampak duduk tepat di sisi Ketua Umum DPP Golkar. 

Baca juga: Terungkap Alasan Ketua Golkar Lutim Aripin Dukung Munafri Arifuddin

“Mari bung kembali rebut Sulawesi,” demikian caption singkat Abdul Farisi.

Dari penelusuran, pertemuan itu bukan agenda tunggal Rahman Pina di Jakarta. 

Pada pagi hari yang sama, Wakil Ketua DPRD Sulsel Fraksi Golkar itu juga tercatat bertemu Muhammad Arief Rosyid Hasan.

Arief Rosyid adalah kader muda Golkar yang memiliki kedekatan personal dengan Bahlil. 

Rahman Pina sendiri mengakui adanya pertemuan dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil.

Namun ia menegaskan agenda tersebut bersifat informal dan tidak membahas secara spesifik Musda Golkar Sulsel.

Ia menegaskan bahwa pertemuannya dengan Bahlil murni bersifat silaturahmi.

“Hanya diajak makan siang Papeda oleh Pak Ketum di salah satu restoran Papua di Jakarta. Saya baru tahu ternyata Pak Ketum, meski sudah menteri, selera makannya masih lidah kampung,” ujar Rahman Pina sambil tersenyum kepada Tribun Timur, Jumat (9/1/2026).

Rahman Pina bahkan menyebut menu makan siang itu jauh dari nuansa politik.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved