Liga Champions
Arsenal vs PSG: Murid Melawan Guru
Mikel Arteta harus mengalahkan salah satu tokoh paling berpengaruh dalam kariernya sebagai pelatih sepak bola, Luis Enrique di semifinal Liga Champion
Dembele juga berada di Barcelona saat mereka kalah dari Liverpool di semifinal tahun 2019, dan jika mampu tampil maksimal kali ini, dia akan menjadi kandidat utama peraih Ballon d'Or tahun ini.
Penyerang Paris Saint-Germain Khvicha Kvaratskhelia telah menyatakan keyakinannya bahwa timnya dapat mengungguli Arsenal ketika kedua tim bertemu di leg pertama semifinal Liga Champions UEFA di Stadion Emirates.
Pemain sayap asal Georgia ini telah beradaptasi dengan cepat di PSG sejak kedatangannya di musim dingin, dan memuji lingkungan klub yang hangat dan fasilitas canggih yang membantunya menemukan jati dirinya.
“Saya pikir saya telah beradaptasi dengan cukup baik,” kata Kvaratskhelia. “Sejak awal, saya merasakan dukungan yang kuat dari para penggemar dan klub. Itu membuat Anda percaya pada diri sendiri dan menyadari nilai Anda sebagai seorang pemain.”
Kvaratskhelia mengakui bahwa sumber daya PSG sangat penting untuk mempertahankan ketajaman menjelang pertandingan yang tak henti-hentinya. “PSG dilengkapi dengan peralatan lengkap,” katanya. “Baik Anda butuh istirahat atau sesi pribadi, tempat ini menyediakan semuanya. Anda tinggal fokus pada sepak bola.”
Kini mengalihkan perhatiannya ke pertandingan melawan Arsenal, Kvaratskhelia menggarisbawahi pentingnya Liga Champions. "Menurut saya, ini mungkin turnamen sepak bola terbesar, Semua orang ingin memenangkannya, tetapi ini sangat sulit. Setiap klub di tahap ini memiliki kemampuan dan keterampilan untuk memenangkannya."
PSG akan berusaha membangun kesuksesan sebelumnya melawan tim Inggris, setelah menyingkirkan Liverpool di babak 16 besar, lalu Aston Villa di babak perempat final. Kvaratskhelia yakin pengalaman tersebut akan sangat berharga saat melawan The Gunners.
“Tidak mudah menghadapi Liverpool dan Aston Villa, tetapi kami sudah berusaha sekuat tenaga. Saya rasa itu akan berdampak positif dan membantu kami melawan Arsenal,” katanya.
Pemain asal Georgia ini tidak asing dengan tim-tim Liga Primer yang merepotkan. Selama pertandingan Napoli melawan Liverpool di Liga Champions 2022, Jurgen Klopp menggambarkannya sebagai pemain yang nakal, sangat cepat, dan seseorang yang sudah kalah begitu ia mendapatkan keuntungan dalam duel satu lawan satu .
"Ia masuk ke dalam, ia bisa keluar, itu membuatnya selalu sangat sulit," kata pelatih asal Jerman itu setelah pertandingan.
Dengan PSG yang masih mengejar treble bersejarah, Kvaratskhelia bertekad untuk terus memberikan yang terbaik. “Kami punya banyak tujuan untuk dicapai. Kami bekerja keras untuk memenangkan apa yang pantas kami dapatkan,” katanya. “Kami harus memberikan segalanya.”
Leg pertama di London dapat menjadi awal bagi kampanye bersejarah, dan Kvaratskhelia jelas menikmati tantangan itu. (Tribunnews/mba)
| 250 Fans Arsenal di Makassar Nobar Final Liga Champions, Optimistis The Gunners Juara |
|
|---|
| Dominasi Tim Spanyol, Skenario Real Madrid vs Barcelona di Final Liga Champions 2026 |
|
|---|
| Manchester City vs Dortmund: Reuni Haaland |
|
|---|
| Real Madrid Vs Juventus: Ambisi Mbappe Hapus Rekor CR7 di Klasik Eropa! |
|
|---|
| Bentrok Terakhir 19 Tahun Lalu, Galatasaray Lawan Liverpool: Salah Versus Victor Osimhen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Mikel-Arteta-dan-Luis-enrique.jpg)