Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini Syamsu Alam

Ketika Dua Raksasa Berebut Kendali Global

Kurang lebih mengatakan begini, ada empat faktor yang menentukan keunggulan suatu bangsa/negara.

Editor: Sudirman
DOK
OPINI -Syamsu Alam Dosen FEB UNM, Mahasiswa S3 IE Unhas 

Oleh: Syamsu Alam

Dosen FEB UNM, Mahasiswa S3 IE Unhas

TRIBUN-TIMUR.COM - Pada kuliah filsafat Ekonomi di Unhas tahun 2024 lalu, Dosen (Pak Yusri) mengutip perkataan dosennya waktu kuliah di Jepang

Kurang lebih mengatakan begini, ada empat faktor yang menentukan keunggulan suatu bangsa/negara.

Keempat elemen itu adalah kekuatan militer, kekuatan politik, kekuatan ekonomi, dan kekuatan nilai, tradisi dan budaya yang di anut suatu bangsa tersebut. 

Pada saat ini saya bertanya, manakah yang paling utama di prioritaskan untuk mewujudkan kedaulatan ekonomi? Kedaulatan bukan mendominasi negara lain.

Sejak 2018, dunia menyaksikan konflik ekonomi terbesar abad ini.

Media menyebutnya perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.

Bukan sekadar soal ekspor dan impor, perang dagang ini sesungguhnya adalah ekspresi dari persaingan untuk menjadi negara yang mandiri, kuat, dan berpengaruh secara global. 

Tak bisa dipungkiri, akar utama dari perang dagang ini adalah ketidakseimbangan hubungan ekonomi.

Amerika telah lama mengeluhkan defisit perdagangan yang besar dengan Tiongkok.

Masuknya Tiongkok ke WTO pada 2001 mempercepat arus barang murah dari Asia ke pasar Amerika.

Menurut The China Shock (Autor et al), industri manufaktur AS terpukul, pekerjaan hilang, dan kawasan industri melemah.

Inilah yang memicu kemarahan politik domestik di AS, yang kemudian dikapitalisasi oleh Donald Trump lewat kebijakan proteksionisme.

Tarif-tarif diberlakukan dengan dalih “membela pekerja AS” dan memperbaiki ketimpangan struktural.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved