Antrean Pasien Meningkat di Posko Kesehatan TCK-EMT Indonesia di Myanmar
Memasuki hari kelima pada Jumat, 11 April 2025, antusiasme masyarakat untuk mendapatkan layanan medis semakin tinggi.
TRIBUN-TIMUR.COM — Pelayanan kesehatan yang diberikan oleh Tenaga Cadangan Kesehatan - Emergency Medical Team (TCK-EMT) Indonesia di Myanmar terus menunjukkan peningkatan signifikan.
Memasuki hari kelima pada Jumat, 11 April 2025, antusiasme masyarakat untuk mendapatkan layanan medis semakin tinggi.
Seperti hari-hari sebelumnya, pelayanan di Medical Center TCK-EMT Indonesia dimulai pukul 09.00 waktu setempat.
Namun, dalam dua hari terakhir, terjadi perubahan mencolok dalam jumlah dan waktu kedatangan pasien.
Jika sebelumnya pasien baru berdatangan setelah tim tiba, kini lebih dari seratus orang telah mengantre sejak pagi, bahkan sebelum tim medis memulai pelayanan.
“Sejak pagi kami melihat antrean panjang pasien. Kami memperkirakan jumlah pasien hari ini akan melebihi angka 303 seperti kemarin. Dan benar, jumlah pasien kemarin mencapai 422 orang,” ujar Wakil Ketua TCK-EMT Indonesia untuk Myanmar, Budiman.
Hal senada disampaikan dr. Eko Medistianto, M.Epid., salah satu anggota tim medis. Ia menekankan pentingnya menjaga stamina dan kesiapan fisik seluruh personel di tengah lonjakan jumlah pasien yang terus meningkat.
“Melihat antrian pagi ini, sepertinya akan lebih banyak dari hari-hari sebelumnya. Antusiasme masyarakat Nay Pyi Taw menjadi penyemangat bagi seluruh anggota tim yang bertugas. Tentunya, kami juga harus mengelola stamina tim dengan baik agar tidak kelelahan dalam melayani lonjakan jumlah pasien,” ungkapnya.
Apresiasi terhadap dedikasi TCK-EMT Indonesia juga datang dari pemerintah Indonesia melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Koordinator Misi Kemanusiaan Indonesia di Myanmar, Brigjen Pol (Purn) Ir. Ary Laksmana Widjaja, menyampaikan penghargaan tinggi kepada seluruh personel yang telah mewakili bangsa dalam misi kemanusiaan ini.
“Pemerintah Republik Indonesia memberikan apresiasi besar kepada seluruh personel TCK-EMT Indonesia yang telah menjadi duta bangsa dalam misi kemanusiaan ini. Semangat besar mereka harus terus dijaga hingga misi ini selesai,” tegasnya.
Sebelumnya, pada Kamis, 10 April 2025, Medical Center TCK-EMT Indonesia juga menerima kunjungan dari tim Japan Disaster Response (JDR) yang menjalankan misi serupa di Myanmar.
Salah satu anggota JDR, dr Soichiro Kai—yang juga menjabat sebagai Deputy Director di Department of Emergency and Critical Care Medicine, Hyogo Emergency Medical Centre—menyatakan kekagumannya atas kemampuan TCK-EMT Indonesia dalam melayani jumlah pasien yang jauh lebih banyak.
“Kami hanya melayani sekitar 120–130 pasien setiap hari, tetapi di sini bisa melayani tiga hingga empat kali lebih banyak. Ini sungguh luar biasa,” ungkap dr Kai via rilis ke tribun-timur.com.
Sebagai perwakilan dari Japan International Cooperation Agency (JICA), dr Kai juga menekankan pentingnya pencatatan data rekam medis pasien secara lengkap dan terstruktur.
Data ini penting untuk analisis penyebab penyakit, baik yang berkaitan langsung dengan dampak gempa maupun yang tidak, serta menjadi dasar bagi EMT WHO dalam menentukan langkah-langkah lanjutan dalam menangani situasi kegawatdaruratan.
Dengan semangat kolaborasi dan solidaritas kemanusiaan, TCK-EMT Indonesia terus menunjukkan komitmen dalam memberikan layanan terbaik bagi masyarakat terdampak bencana di Myanmar.(*)
| Klinik Assyifa Pharmacon Dorong Hidup Sehat Lewat Senam Lansia |
|
|---|
| Setiap Pekan Manajemen RSUD Padjonga Daeng Ngalle Takalar Evaluasi Layanan dan Kinerja Dokter |
|
|---|
| Pemkab Gowa Terima Penghargaan BPJS Kesehatan, Kepesertaan JKN Capai 99 Persen |
|
|---|
| RSUD H Padjonga Daeng Ngalle Takalar Gencar Sosialisasi Campak |
|
|---|
| Shinta Maharani: Stigma dan Guyonan Seksis Masih Bayangi Jurnalis Perempuan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Pelayanan-kesehatan-yang-diberikan-oleh-Tenaga-Cadangan-Kesehatan-2025-55.jpg)