Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Mubes XII KKSS

Santap Pisang Epe hingga Coto Makassar, Peserta Mubes KKSS: Ini Obati Rindu Kampung Halaman

Acara ini digelar di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jalan Sungai Tangka, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Rabu (9/4/2025) malam.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Muhammad Nur Alqadri Sirajuddin | Editor: Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM/Faqih Imtiyaaz
PSBM 2025 - Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) menikmati makan malam bersama di Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur Sulsel pada Rabu (9/4/2025) malam. Hadir Menag Nasaruddin Umar dan Menteri P2MI Abdul Kadir Karding. 

 
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Para peserta Musyawarah Besar (Mubes) ke-12 Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) menikmati sajian makan malam dalam acara welcome dinner.

Acara ini digelar di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jalan Sungai Tangka, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Rabu (9/4/2025) malam.

Pantauan Tribun-Timur.com, peserta tampak antusias mencicipi berbagai makanan tradisional khas Sulsel yang telah dihidangkan panitia.

Beberapa makanan yang cepat habis diserbu peserta antara lain seperti pisang epe dan sarabba. 

Selain itu, hidangan berat seperti Coto Makassar dan Mie Titi juga tak luput dari serbuan para tamu yang notabenenya sebagai perantau dari berbagai daerah di Indonesia.

Baca juga: KKSS Nikmati Coto dan Mie Titi di Rujab Gubernur, Hadir Menag dan Menteri P2MI

Salah satu peserta, Basri A. Muin, mengaku kuliner khas tersebut membuatnya teringat akan kampung halaman.

"Membuat kita kembali mengenang tempat kita berasal, bahwa pisang epe itu adalah makanan khas kita (Sulsel)," tutur Basri yang juga menjabat Sekjen KKSS Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

Basri juga menyebut salah satu makanan tradisional yang paling ia rindukan adalah kue onde-onde.

"Onde-onde itu memiliki sejarah yang unik," tuturnya.

Melalui gelaran Mubes ini, ia berharap bisa mempererat silaturahmi antar anggota KKSS dari seluruh Indonesia.

"Melalui acara ini menunjukkan bahwa ciri khas orang Bugis itu selalu bermusyawarah," katanya.

"Dan ajang ini untuk mengobati rindu antar kita ini, saudara asal Sulawesi Selatan," sambungnya.(*)

 


 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved