Tata Cara Daftar Bintara dan Tamtama TNI 2025, Ikuti Petunjuk Berikut Supaya Lulus
Calon peserta minimal berusia 17 tahun 9 bulan dan maksimal 22 tahun saat pembukaan pendidikan pertama tanggal 14 Juli 2025.
TRIBUN-TIMUR.COM - Tata cara daftar sebagai peserta rekrutmen Bintara dan Tamtama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) gelombang II tahun 2025.
Pendaftaran calon Bintara dibuka hingga 1 Juni 2025.
Sedangkan pendaftaran calon Tamtama dibuka hingga 13 Juli 2025.
Calon peserta minimal berusia 17 tahun 9 bulan dan maksimal 22 tahun saat pembukaan pendidikan pertama tanggal 14 Juli 2025.
Calon peserta melakukan pendaftaran secara online terlebih dahulu melalui laman ad.rekrutmen-tni.mil.id.
Selengkapnya, simak tata cara pendaftarannya di bawah ini.
Cara Daftar Rekrutmen Bintara/Tamtama TNI AD Gelombang II 2025
- Buka website https://ad.rekrutmen-tni.mil.id/tamtama-ad atau https://ad.rekrutmen-tni.mil.id/registrasi/bintara-ad;
- Isi data pada formulir online, lalu mencetak formulir daftar, blanko dinas, blanko Rikmin dan blanko riwayat hidup;
- Calon datang ke Ajendam/Ajenrem dengan membawa formulir daftar online sesuai jadwal yang tertera di dalam formulir daftar online.
- Blanko dinas, blanko Rikmin dan blanko riwayat hidup dibawa hanya dalam rangka menerima penjelasan cara pengisian;
- Panitia Ajendam/Ajenrem menerima calon yang datang dengan menerima formulir daftar online. Setiap calon yang datang, langsung dilaksanakan pengukuran tinggi dan berat badan (tim pengukur adalah tim Rikmin, Rikkes dan Rik/Uji jas dengan disaksikan Tim Pam dan Tim Was) serta pemeriksaan tindik dan tato, calon yang tidak memenuhi syarat dapat langsung ditolak/dipulangkan. Calon yang memenuhi syarat tinggi dan berat badan serta pemeriksaan tindik dan tato dapat dilaksanakan validasi pada Website rekrutmen sehingga secara resmi terdaftar sebagai peserta seleksi;
- Setelah resmi terdaftar sebagai peserta seleksi, panitia akan menjelaskan tata cara pengisian Blanko dinas, blanko Rikmin dan blanko riwayat hidup untuk nantinya dibawa pada saat pelaksanaan Rik/Uji tingkat Panda;
- Calon yang dinyatakan lulus daftar ulang/validasi, petugas pendaftaran harus memberi petunjuk yang jelas kepada para calon tentang kegiatan selanjutnya serta menyampaikan hal-hal sebagai berikut:
- Apa dan bagaimana proses serta norma Rik/Uji;
- Bahwa yang menentukan lulus/tidak lulus calon dalam seleksi adalah kemampuan diri sendiri dan tidak terpengaruh pada oknum yang berjanji dapat menolong untuk meluluskan;
- Bahwa calon harus bersedia ditempatkan dalam salah satu dari seluruh kecabangan yang ada di TNI AD serta bersedia di tempatkan diseluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia;
- Bahwa panitia akan bertindak jujur, obyektif, adil dan transparan; dan
- Selama proses pendaftaran s.d. Rik/Uji tidak dipungut biaya.
- Setelah calon menerima penjelasan, calon peserta dapat kembali ke rumah masing-masing untuk menyelesaikan kelengkapan administrasi. Panitia mendata nomor telepon calon untuk digunakan dalam penyampaian jadwal seleksi tingkat Panda.
7. Calon agar waspada terhadap oknum-oknum yang menjanjikan/membantu kelulusan dengan imbalan biaya tertentu.
8. Selama proses Rik/Uji hingga masuk pendidikan, seluruhnya gratis dan tidak dipungut biaya, laporkan ke nomor pengaduan jika ditemukan adanya calo. Nomor pengaduan 082123931830.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
| Sosok Letjen TNI Djon Afriandi Anak Jenderal Kini Panglima Kopassus, Lulusan Terbaik Akmil 1995 |
|
|---|
| Kelakuan Sertu MB Bintara Tentara yang Kini Jadi Buronan Denpom dan Polisi |
|
|---|
| Anggota TNI Damaikan Dua Tukang Parkir yang Adu Jotos di Tengah Jalan |
|
|---|
| Viral Pak Ogah di Parepare Baku Hantam di Perempatan Jalan, Dilerai TNI |
|
|---|
| Karier Moncer Letjen TNI Djon Afriandi Panglima Kopassus, Putra Jenderal Purn Bintang 2 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/laman-Rekrutmen-TNI-AD-Gelombang-II-tahun-2025.jpg)